Shalat di masjid tepat pada waktunya adalah salah satu ibadah paling utama dalam Islam. Untuk menyempurnakan ibadah shalat di dalam masjid, ada baiknya kita mengenal doa-doa terkait pergi ke masjid, doa masuk masjid, serta doa keluar masjid berdasarkan hadist dari Rasulullah SAW.

Shalat berjama’ah di masjid memiliki keutamaan yang sangat besar dibandingkan shalat sendirian di rumah. Sebanyak 25 kali lipat dan lebih baik sebanyak 27 derajat di sisi Allah.

Doa adalah permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya.

Sedangkan sikap khusyu’ dan tadharru’ dalam menghadapkan diri kepada-Nya merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang sedang mengharapkan tercapainya sesuatu yang dimohonkan. Itulah pengertian doa secara syar’i yang sebenanya.

Doa masuk masjid tidaklah panjang, terbilang pendek, namun penuh dengan kebaikan yang terkandung dalam doa tersebut yang mana akan kita butuhkan diakhirot kelak sebagai syafaat dari Rosululloh.

Amalan doa memasuki Masjid sangatlah pendek, sehingga tidak akan berat sama sekali kita dapati untuk mengamalkannya setiap memasuki Masjid maupun Mushola untuk melaksanakan Sholat Wajib dan Sholat Sunnah setiap harinya.

Doa Masuk Masjid (versi pendek)masuk masjid

Dalam Islam setiap umatnya dianjurkan untuk membaca doa sebelum memasuki masjid, untuk ada doa kusus ketika memasuki masjid nabawi. Bacaan doa masuk masjid ini merupakan badah sunnah yang wajib diajarkan kepada anak-anak generasi Islam.

Dengan harapan agama islam ini akan terus berkembang dan memberi manfaat untuk seluruh alam semseta. Doa masuk masjid dan doa keluar masjid merupakan suatu adab yang baik ketika memasuki tempat ibadah umat Islam tersebut.

اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Bacaan latinnya (Allahummaf tahlii abwaaba rahmatik)

Artinya, “Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu”

Rahmat….rahmat… kalimat ini selalu terngiang dalam telinga. Kenapa rahmat Allah dibukakan saat orang datang ke masjid ?

Dalam Al Qur’an Allah berfirman,

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.Fathir:2)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ فُتِحَ لَهُ مِنْكُمْ بَابُ الدُّعَاءِ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ

“Barang siapa diantara kalian yang dibukakan baginya pintu doa, maka dibukakan baginya pintu rahmat.” (HR. Tirmidzi)

Karena itulah terkadang seorang mukmin berada dalam kondisi yang terjepit. Seluruh pintu tertutup baginya, namun Allah menurunkan rahmat kedalam hatinya sehingga ia merasa bahagia, tenang dan tentram walau tertawan didalam penjara.

Terkadang kondisinya terbalik. Segala pintu terbuka dihadapan seseorang, rezekinya melimpah dan segala urusannya mudah. Namun hatinya terasa sempit, ia melihat dunia yang luas ini seperti penjara yang gelap. Itu semua karena pintu rahmat belum terbuka didalam hatinya.

Kondisi ini dirasakan oleh setiap manusia. Terpenuhinya keinginan materi tidak menjamin ketenangan hati seseorang jika rahmat Allah tidak sampai kepada hatinya

Pintu rahmat sangat banyak sekali, bisa jadi berupa ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan bisa jadi itu berupa rezeki yang barokah.

Doa Masuk Masjid (versi panjang)doa masuk masjid

أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“A‘udzu billahil ‘azhim wa biwajhihil karim wa sulthanihil qadim minas syaithanir rajim. Bismillahi wal hamdulillah. Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala ali sayyidina muhammadin. Allahummaghfirli dzunubi waftahli abwaba rahmatik”.

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan dengan kerajaan-Nya Yang Qadim, dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Ya Allah, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Ya Allah, ampuni untukku segala dosaku. Bukalah bagiku segala pintu rahmat-Mu”.

Boleh juga membaca doa yang seperti dibawah ini.

بِسْمِ اللهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Bismillah wassalaamu ‘ala rosulillah. Allahummaghfir lii dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatik”.

“Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah kepadaku pintu rahmat-Mu”.

Doa Keluar dari Masjiddoa keluar dari masjid

Berdoa ketika Keluar Masjid Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW ini Merupakan Salah Satu Doa Islami yang perlu diamalkan dalam kehidupan Sehari-hari. Dengan membiasakan berdoa dulu sebelum memasuki atau keluar masjid ini akan menjadikan keterbiasan dan hafal akan lafadznya.

Mengakhiri atau pulang dari tempat yang baik, seperti masjid jangan lupa untuk membaca doa. Jika keluar kamar mandi kita berdoa agar tidak ada setan yang ikut keluar bersama kita. Lain halnya dengan keluar dari masjid dimana kita berdoa agar setelah sepulangnya dari masjid tetap mendapat barokah.

اَللّهُمَّ اِنِّيْ أسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

“Allahumma innii as-aluka min fadhlik”

Artinya adalah: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu atas segala keutamaan dari-Mu.

Doa diatas terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam muslim, Abu Daud, an- Nasa’i, dan Ibnu Majah.

Terdapat hadit yang menganjurkan kita untuk membaca doa saat akan masuk dan keluar masjid, seperti yang terdapat dalam hadits Abu Sa’id ra berikut ini:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Idzaa dakhala ahadukumul masjida falyaqulillahummaf tahlii abwaaba rahmatik. Wa idzaa khharaja falyaqulillahumma innii as-aluka min fadhlik.”

Jika salah seorang diantara kalian memasuki masjid, maka ucapkanlah “Allahummaftahlii abwaaba rahmatik (Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rahmatMu).” Jika keluar dari masjid ucapkanlah “Allahumma innii as-aluka min fadhlik (Ya Allah, aku memohon kepadaMu diantara karuniaMu).”

Sebagaimana doa memasuki masjid, berdoa sebelum melangkahkan kaki keluar dari masjid merupakan salah satu cara memuliakan masjid. Sama halnya dengan masuk masjid, keluar masjid pun hendaknya mendahulukan kaki kanan.

Tidak hanya itu jika didalam masjid ada adab-adab yang perlu kita perhatikan maka saat keluarpun juga sama. Saat keluar hendaklah kita membaca basmalah dan doa keluar masjid. Langkahkan kaki kanan dan dahulukan pula kaki kanan saat akan memakai alas kaki

Etika Doa Masuk Masjid dan Adab-adabnya

adab di masjid

https://kangaswad.wordpress.com

1. Berdoa saat pergi ke masjid

http://asdasabylan.blogspot.com

Hadist Ibnu Abbas menyebutkan, “Adalah Rasulullah apabila ia keluar (rumah) pergi shalat (di masjid) berdoa, ‘Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, dan cahaya pada lisanku, dan jadikanlah cahaya pada pendengaranku, dan jadikanlah cahaya dari belakangku, dan cahaya dari depanku, dan jadikanlah cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah, anugerahilah aku cahaya dari bawahku. Ya Allah anugerahilah aku cahaya’,” (Muttafaq’alaih)

2. Berjalan dengan keadaan tenang dan khidmat

https://pemalangsehat.wordpress.com

Rasulullah bersabda, “Apabila shalat telah diqamatkan, maka janganlah kamu datang menujunya dengan berlari, tetapi datanglah kepadanya dengan berjalan dan memperhatikan ketenangan. Maka apa (bagian shalat) yang kamu dapati ikutilah dan yang tertinggal sempurnakanlah,” (Muttafaq’alaih)

3. Membaca doa masuk masjid dan keluarnya

https://ramadan.sindonews.com

Adab atau etika yang kedua ketika masuk masjid adalah berdoa. Ada Doa khusus ketika akan memasuki masjid seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Dengan membaca doa ketika masuk tempat ibadah ini,

Disunnahkan bagi orang yang masuk masjid mendahulukan kaki kanan, kemudian bersholawat kepada Nabi lalu mengucapkan “Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmatmu.”

4. Mendahulukan kaki kanan untuk masuk dan keluar mendahulukan kaki kiri

mendahulukan kaki kanan

https://sunni.co.id

Dalam hukum islam, cara untuk memasuki masjid yang pertama kali dilakukan adalah dengan mendahulukan kaki kanan. Seperti yang diajarkan oleh Rasulullah untuk melakukan segala sesuatu yang baik-baik harus dilakukan dengan mendahulukan bagian tubuh yang sebelah kanan.

Termasuk ketika akan masuk ke tempat ibadah. Memang, tidak ada aturan khusus dalam Al Qur’an untuk mendahulukan kaki kanan jika masuk ke tempat ibadah umat muslim ini, namun begitu ini merupakan anjuran dari Rasulullah.

5. Dilarang keluar dari masjid sesudah dikumandangkan adzan

kumandang adzan

https://www.islampos.com

Saat kita di dalam Masjid dan Adzan selesai dikumandangkan maka kita dilarang untuk meninggalkan Masjid, kecuali memang ada alasan yang dibenarkan, karena hal ini disabdakan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu salah seorang sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam.

كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْمَسْجِدِ يَمْشِي فَأَتْبَعَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ بَصَرَهُ حَتَّى خَرَجَ مِنْ الْمَسْجِدِ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Kami pernah duduk bersama Abu Hurairah dalam sebuah masjid. Kemudian muazin mengumandangkan azan. Lalu ada seorang laki-laki yang berdiri kemudian keluar masjid. Abu Hurairah melihat hal tersebut kemudian beliau berkata, “Perbuatan orang tersebut termasuk bermaksiat terhadap Abul Qasim (Nabi Muhammad) Shallallahu Alaihi Wasallam” [HR. Muslim no 655].

6. Dilarang masuk ke masjid bagi orang berbau bawang putih, bawang merah, atau bau tak sedap lainnyalarangan berbau bawang memasuki masjid

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang yang pada dirinya ada aroma tidak sedap untuk menghadiri shalat berjamaah, hal ini termasuk uzur tidak shalat berjamaah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ, الْبَقْلَةِ، الثّومِ (وَقَالَ مَرّةً: مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثّومَ وَالْكُرّاثَ) فَلاَ يَقْرَبَنّ مَسْجِدَنَا، فَإِنّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذّى مِمّا يَتَأَذّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ”. (رواه مسلم)

“Barangsiapa yang memakan biji-bijian ini, yakni bawang putih (suatu kali beliau mengatakan, “Barangsiapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan kurrats -sejenis daun bawang-), maka janganlah ia mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu dengan hal (bau) yang membuat manusia terganggu.”[1]

7. Disunnahkan melakukan shalat tahiyatul masjid bila telah masuk masjid

sholat tahiyatul masjid

https://islam.nu.or.id

Setelah masuk dan berdoa maka disunahkan untuk shalat sunah dua rakaat atau yang disebut dengan tahiyatul masjid.

Shalat ini dilakukan setelah masuk ke tempat ibadah sebelum melakukan sholat fardhu atau sebelum duduk di masjid. Orang yang memasuki masjid disunahkan untuk tidak duduk terlebih dahulu sebelum melakukan salat sunah.

Oleh sebab itu, jika hendak bepergian ke tempat ibadah umat islam ini, pastikan jika dalam keadaan suci atau sudah berwudhu dari rumah. Hal ini sangat penting apalagi kalau kita berada di Mekah maka doa masuk ke Masjidil Haram wajib dibaca Sebagai rasa hormat kita ke tempat yang suci tersebut.

Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang di antara kamu masuk masjid, hendaklah shalat dua rakaat sebelum duduk,” (Muttafaq’alaih)

8. Tidak lewat di depan orang yang sedang shalat

Tindakan ini juga harus dihindari karena melewati didepan orang yang Shalat adalah dosa yang besar yang tidak dibenarkan oleh Syariat Islam kita, seperti yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَي الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِيْنَ، خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ

“Seandainya orang yang lewat di depan orang yang shalat mengetahui (dosa) yang ditanggungnya, niscaya ia memilih untuk berhenti selama 40 (tahun), itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang sedang shalat”[HR Bukhari no 510 dan Muslim no 1132].

Demikian ulasan tentang doa masuk masjid dan doa keluar masjid. Semoga penjelasan tentang doa-doa ini bisa semakin menambah pemahaman Anda tentang adab dan memuliakan Masjid sebagai tempat Ibadah umat Islam. Untuk lebih memahami tentang doa-doa islami, silahkan kunjungi ievoolme.com

Kategori: Pendidikan

ievoolme

Berpikir positif, tidak peduli seberapa keras kehidupan ini

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *