Agama islam mengatur bagaimana tata cara yang sebaiknya dilakukan ketika seorang muslim menjenguk seseorang yang sakit. Salah satu aturan tersebut adalah mendoakan dengan doa orang sakit serta sunnah apa aja yang harus dilakukan serta larangan yang tidak boleh dilakukan.

Berikut ini kami akan membahas aturan-aturan tersebut sebagai pedoman bagi kita semua. Di dalamnya terdapat keutamaan serta pahala yang sangat besar.

Selain itu, menjenguk orang sakit adalah suatu bentuk dorongan kita bagi mereka yang sakit agar tetap tawakal dan tak pernah menyerah melawan penyakitnya.

Menjenguk Orang Sakit
menjenguk orang sakit

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits disebutkan bahwasannya :

“Barang siapa menjenguk orang sakit, maka ia masuk dalam rahmat Allah. Dan jika ia duduk di sampingnya, maka rahmat Allah membanjiri padanya.” (HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Menjenguk orang yang sedang sakit merupakan perbuatan mulia yang didalamnya terdapat keutamaan yang agung. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwasannya Rasulullah SAW bersabda bahwa hak seorang muslim kepada muslim lainnya antara lain :

  1. Bila bertemu orang muslim maka ucapkanlah salam.
  2. Bila orang muslim mengundangmu maka hadirilah.
  3. Bila orang muslim meminta nasihat maka nasihatilah.
  4. Bila orang muslim bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah).
  5. Bila orang muslim sakit maka jenguklah.
  6. Bila orang muslim meninggal dunia maka antarkanlah (urus jenazahnya hingga dimakamkan).

Untuk masalah doa ini sebenanya bisa diucapkan dengan bahasa kita sendiri. Hanya saja sesuai dengan sunnah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebaik-baiknya doa adalah doa yang diucapkan dalam bahasa arab dan ketika mengucapkan doa inipun hendaknya dilakukan dengan pelan dan tidak tergesa-gesa.

Berikut ini kita akan mengulas tentang Doa menjenguk orang sakit dalam bahasa arab, latin dan terjemahannya, serta adab menjenguk orang sakit dan keutamaan-keutamaannya.

Doa Menjenguk Orang Sakit
mendoakan orang sakit

Seperti yang kita tahu, memohonkan doa bagi orang yang tengah tertimpa rasa sakit ini adalah perkara yang sangat dianjurkan. Tidak hanya untuk keluarga, teman atau orang-orang yang kita kenal saja, tetapi untuk semua orang Islam yang kita tahu juga.

Dengan melakukan hal ini, itu artinya kita telah melakukan amal sholeh yang memiliki nilai pahala di dalamnya, insya Allah.

Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar mengutip sejumlah riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW saat menjenguk sahabatnya yang sakit. Dalam sejumlah riwayat berikut ini, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan sahabatnya dengan berbagai lafal doa.

Ini adalah salah satu doa kesembuhan yang dibaca Rasulullah SAW untuk keluarganya sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

latinnya : Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW membaca doa ini ketika meruqyah salah seorang sahabat.

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

Latinnya : Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

Artinya, “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).

Abu Dawud dan At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan baca doa berikut ini sebanyak 7 kali di hadapan orang yang sakit. Dengan doa ini, Allah diharapkan mengangkat penyakit yang diderita orang tersebut.

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

Latinnya : As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.

Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 114).

Kita juga dapat mendoakan kesembuhan dengan menyebut langsung nama orang yang sakit. Ini dilakukan Rasulullah SAW saat menjenguk Sa‘ad bin Abi Waqqash sebagaimana riwayat Imam Muslim berikut. Hanya saja kita mengganti nama Sa‘ad dengan nama orang sakit di hadapan kita.

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Latinnya : Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan.

Artinya, “Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 114).

Sementara lafal doa ini bisa dibaca sebagai alternatif untuk penyakit apa saja. Lafal berikut ini dibaca Rasulullah SAW ketika menjenguk seorang badui yang menderita demam sebagai riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA.

لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

Latinnya : Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu.

Artinya, “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 115).

Selain doa kesembuhan, kita juga dapat menyertakan doa pengampunan dosa dan perlindungan agama dan raga mereka yang sedang sakit. Doa ini yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk sahabat Salman Al-Farisi RA sebagaimana riwayat Ibnu Sunni berikut ini.

شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

Latinnya : Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.

Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 115).

Walhasil, banyak lafal dapat digunakan ketika kita menjenguk orang yang sedang sakit. Selain doa berbahasa Arab, kita juga sebaiknya mendoakan mereka yang sakit dengan bahasa yang mudah dipahami agar tidak menimbulkan kesalah pahaman atau juga sekedar menghibur yang sedang sakit.

Makna Doa untuk Orang Sakit
doa orang sakit

Semua doa orang sakit yang kami sebutkan di atas mengandung beberapa makna antara lain:

  • Dari bacaan “Asy-Syafi”

Asy-Syafii (الشَّافِي) yang artinya “Yang Maha Menyembuhkan”.

Makna dari bacaan ini adalah meminta kepada Allah agar berkenan menyembuhkan sakitnya, kepayahannya, dan siksaannya dengan perantaraan menyebut nama-Nya yang agung.

 

  • Dari Bacaan “Antas Syaafii, Laa Syifaa-a Illa Syifaauka”

Bacaan “Antas Syaafii laa syifaa’a illa syifaauka” (أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ) yang artinya “Engkau Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan, kecuali kesembuhan-Mu”.

Dari bacaan ini bermakna meyakinkan bahwa sesungguhnya tidak ada yang dapat memberi kesembuhan pada penyakit itu, kecuali hanya Allah semata, karena hanya Allah yang memberikan kesembuhan.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Asy-Syu’araa ayat 80:

وَ اِذَا مَرِضۡتُ فَہُوَ یَشۡفِیۡنِ

Artinya:

“Dan, apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku.” (QS. Asy-Syu’araa ayat 80).

  • Bacaan “Syifaa’an laa yughaadiru saqaman”

Sebagaimana bacaan “Syifaa’an laa yughaadiru saqaman” (شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا) yang artinya “Kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit”.

Makna dari bacaan ini adalah menekankan lagi bahwa kesembuhan yang diminta kepada-Nya adalah kesembuhan yang mutlak, yatu kesembuhan yang tidak menyisakan suatu penyakit apa pun.

Berdoa demikian karena terkadang ia bisa sembuh dari penyakit tersebut, tapi muncul lagi penyakit lainnya. Anda juga bisa membaca doa berikut sebanyak satu kali:

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

Artinya:

“Aku mohon kepada Allah Yang Maha agung, Rabb Arsy yang agung, semoga Dia berkenan menyembuhkanmu.” (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih).

Doa di atas mengandung makna untuk meminta kepada Allah dengan keagungan-Nya, yakni Dia Yang Maha Besar dalam Dzat-Nya dan sifat-sifat-Nya, Rabb Arsy yang agung agar berkenan menyembuhkan penyakit.

Kesembuhan dengan cepat dari penyakit fisik yang diderita, jika memang ditakdirkan untuk sembuh. Atau kesembuhan dari penyakit batin dan selamat dari segala penyakit.

Saat berdoa, hendaklah disertai dengan memegang bagian tubuh yang sakit. Hal itu sebagaimana yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad. Diriwayatkan dari Aisyah Ra ia berkata:

“Apabila beliau mendapati salah seorang dari kami mengeluh sakit, beliau mengusapnya dengan tangan kanannya kemudian mengucapkan, “Hilangkanlah kesusahan, wahai Rabb manusia…” (HR.Muslim).

Selain mendoakan untuk kesembuhan orang yang sakit, hendaknya tidak lupa Anda meminta doa dari orang yang sakit tersebut. Karena doa dari orang sakit pada saat saat itu sangatlah mustajab. Nabi Muhammad bersabda:

“Jika kamu masuk kepada orang yang sakit, maka mintalah ia untuk mendoakanmu, karena sesungguhnya doanya seperti doa malaikat.” (HR.Ibnu Majah dan Ibnu Sunni dengan sanad yang shahih).

Baca juga : Doa sebelum belajar

Anjuran Nabi Muhammad SAW untuk Menjenguk Orang Sakit
orang sakit

Sungguh islam menganjurkan untuk memperhatikan hak-hak orang sakit, menjenguknya, mendoakan kesembuhan dan memohonkan kesehatan untuknya.

Islam juga menjelaskan beberapa doa yang baik untuk diucapkan saat menjenguk orang sakit salah satunya adalah doa yang telah disebutkan diatas.

Semua bentuk perhatian dan doa ini dikarenakan keberadaan orang-orang beriman adalah ibarat tubuh yag satu. Apa aja yang membahagiakan seorang mukmin akan membahagiakan kaum mukminin yang lainnya.

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
pahala menjenguk

Menjenguk orang yang sakit termasuk salah satu hak seorang muslim atas muslim lainnya yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karenanya jika kita menunaikan hak orang yang sedang sakit ini, sudah pasti ada keutamaan dan pahala di dalamnya.

Imam Muslim telah meriwayatkan dalam kitab shahihnya, bahwasannya Tsauban maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Orang yang menjenguk orang sakit berada dalam taman buah di surga hingga dia pulang”.

Sungguh besar pahala orang yang menjenguk saudara sesama muslimnya yang tengah sakit. Tetapi, hendaknya sejak awal kita sudah melandasi hal ini dengan niat yang tulus karena Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.

Ada pula hadits lain yang juga menjelaskan tentang besarnya keutamaan menjenguk orang sakit. Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, dimana Ahmad Syakir menyatakannya sebagai hadits yang shahih. Adapun hadits yang dimaksud yakni sebagai berikut:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seseorang berkunjung pada saudara muslimnya (yang sedang sakit), maka seolah-olah dia berjalan-jalan di surga hingga duduk. Apabila telah duduk, maka akan dituruni rahmat dengan deras. Apabila dia berkunjung saat pagi hari, maka sebanyak tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya supaya diberi rahmat sampai sore hari.

Apabila dia berkunjung saat sore hari, maka sebanyak tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya supaya diberi rahmat sampai pagi hari.”

Dari kedua hadits tersebut dan dengan hadits-hadits lain yang akan disebutkan kemudian, keutamaan-keutamaan menjenguk orang yang sedang sakit adalah sebagai berikut:

1. Orang yang Sedang Menjenguk Orang Sakit Seperti Ada di dalam Kebun Buah di Surga
seperti kebun disurga

Maksudnya adalah orang yang sedang menjenguk orang sakit ini akan memperoleh banyak pahala sebagaimana dia memanen buah-buahan di dalam surga.

2. Memperoleh Doa Kebaikan dari Malaikat
doa dari malaikat

Dalam hadits yang telah disebutkan sebelumnya, malaikat akan mendoakan kebaikan bagi orang yang menjenguk orang sakit. Kemudian dalam riwayat dari Ibnu Majah juga disebutkan bahwasanya malaikat juga akan memohonkan ampunan kepada Allah bagi siapapun yang menjenguk orang sakit.

3. Berada dalam Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala
syafaat dari Allah

Hal ini sesuai dengan yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya: “Barang siapa yang menjenguk orang sakit, maka dia akan masuk ke dalam rahmat Allah, sehingga jika dia duduk, dia akan ada di dalam rahmat tersebut. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan telah dishahihkan oleh Al Albani.

Dalam redaksi lain, disebutkan juga bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Barang siapa yang menjenguk orang sakit, maka dia masuk ke dalam rahmat (Allah), jika dia duduk di sisinya, dia merasa puas dalam rahmat tersebut. Jika dia keluar darinya, dia senantiasa ada dalam rahmat itu sampai dia pulang ke rumahnya.

4. Memperoleh Banyak Pahala dari Allah
pahala menjenguk orang sakit

Ada hadits qudsi yang menjelaskan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

“Sesungguhnya Alla azza wa jalla berfirman di hari kiamat: Hai anak Adam, Aku sakit tapi Engkau tidak menjenguk-Ku. Ia berkata: Ya Rabb, bagaimana aku menjenguk-Mu, sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta ?.

Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku sakit, tapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu, bila menjenguknya niscaya engkau akan mendapati-Ku di sisinya?”

Hadits tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Ulama menjelaskan bahwasanya kalimat Allah sakit di atas tidak bermakna bahwa Dia benar-benar sakit, tetapi ini lebih menunjukkan betapa besarnya kemuliaan yang akan diterima oleh hamba yang menjenguk saudaranya yang tengah sakit.

5. Mendapatkan Tempat di Surga
tempat di surga

Selanjutnya dalam hadits lain yang juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwasanya: “Siapa saja yang menjenguk orang sakit, atau mengunjungi saudaranya karena Allah subhanahu wa ta’ala.

maka malaikat berseru: ‘Engkau adalah orang yang baik, langkahmu adalah langkah yang baik dan engkau telah memperoleh satu posisi di surga.”

Bahkan Allah juga menjanjikan surga bagi orang yang meluangkan waktunya untuk menjenguk saudaranya yang tengah sakit. Wallahu a’lam bish showab.

Nah itulah ulasan singkat tentang Doa menjenguk orang sakit bahasa arab, doa menjenguk orang sakit latin, adab menjenguk orang sakit, keutamaan menjenguk orang sakit, hukum menjenguk orang sakit, doa menjenguk orang sakit agar cepat sembuh, pahala menjenguk orang sakit, dll.

Etika Ketika Menjenguk Orang Sakit
etika mennjenguk

Selain melafadzkan doa, kita juga harus memperhatikan adab-adab ketika menjenguk orang sakit, karena bagaimanapun juga, yang namanya menjenguk orang sakit itu berbeda dengan ketika kita hanya sekedar bertamu saja. Dan berikut adalah adab-adab menjenguk orang sakit, yang perlu kita ketahui, antara lain:

Niat Menjenguk Orang yang Sakit
niat menjenguk orang sakit

Hhendaknya kita niatkan dengan niat karena iman dan mengharapkan pahala Allah. Dan jika mampu, usahakanlah untuk membawa barang bawaan berupa makanan kesukaannya. Disebutkan dalam sebuah haditst:

“Barang siapa memberi makan orang yang sakit apa yang diinginkannya, maka Allah akan memberi makan kepadanya dari buah-buahan surga.” (HR.Thabrani).

Waktu Menjenguk yang Baik
waktu menjenguk

Waktu untuk menjenguk orang yang sedang sakit, sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Yang penting tidak merepotkan orang yang sakit tersebut, ataupun keluarganya.

Bahkan di dalam hadist rasul pun tidak ada ketetapan kapan waktu yang tepat untuk menjenguk. Selama anda memiliki waktu senggang, sebaiknya anda segera menengok orang yang sakit.

Lama berkunjungnya Ketika Menjenguk
lama menjenguk

Sebagai orang yang sedang menjenguk sebaiknya anda tetap memerhatikan lamanya waktu menjenguk. Lebih baik dibuat lebih singkat saja dan tidak terlalu lama.

Agar tidak membebani orang yang sedang sakit tersebut, dan tidak merepotkan keluarganya. Kecuali jika anda diminta oleh keluarga atau orang yang sakit tersebut, karena kedatangan anda membuatnya gembira.

Bertanya Tentang Kondisi kesehatannya
bertanya tantang keadaannya

Kemudian anda juga dianjurkan untuk bertanya mengenai bagaimana kondisi orang yang sedang sakit tersebut. adab tersebut dapat menambah dukungan moral, dan menunjukkan pada kita bagaimana harapan kita agar ia cepat sembuh. Pada hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, terdapat satu cerita mengenai Rasulullah.

Aisyah RA melakukan hal tersebut ketika Baginda Rasul baru sampai di Madinah. Saat itu Abu Bakar dan Bilal sedang terkena demam, lalu ia bertanya : “ Ayah, bagaimana keadaanmu sekarang? Bilal, bagaimana kondisimu sekarang?”

Tidak Mengajak Berbicara Panjang Lebar
jangan sering bertanya keorang sakit

Orang yang sedang sakit tentu membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat, sehingga tidak usah banyak bertanya yang menyebabkan ia harus bercerita panjang lebar. sebaiknya bertanya seperlunya saja, dan jangan membebani orang tersebut ataupun keluarganya.

Menghibur Orang yang Sakit Meyakinkan Kalau Dia Bisa Sembuh
menghibur orang sakit

Anda juga dianjurkan menghiburnya dengan mengatakan sesuatu yang bisa menimbulkan rasa optimis dan keyakinan pada kesembuhannya. Membesarkan hatinya dan menganjurkannya untuk berbaik sangka pada Allah dan berlaku sabar terhadap sakitnya.

Dan, sebaiknya Anda juga mengingatkan dan menyebutkan amal-amal kebaikan serta kebajikan yang pernah diperbuat selama hidupnya, kemudian memujinya. Sebab, hal ini bisa menambahkan kebahagiaan dan rasa optimisnya.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa janganlah terlalu banyak bertanya, karena hal itu bisa mengganggu istirahatnya. Dan, jangan pula terlalu banyak memberi ceramah atau nasihat karena hal itu menyinggung persaannya.

Mendokannya Agar Segera diberikan Kesembuhan
mendoakan orang sakit_

Hal penting yang perlu diingat saat menjenguk orang yang sakit adalah mendoakan kesembuhannya. Dan, barangkali telah menjadi hal yang biasa dilakukan bahwa sebelum beranjak pulang, penjenguk biasanya akan mendoakan si sakit.

Misalnya dengan mengatakan, “Semoga cepat sembuh, semoga kamu cepat diberi kesembuhan, atau semoga lekas sehat dan bisa kembali berkumpul Bersama Anda.”

Sebuah ucapan adalah doa, dan tidak terkeuali ungkapan yang demikian itu. Apalagi saat itu malaikat juga ikut hadir dan mengamini setiap ucapan Anda, entah itu yang baik atau yang buruk.

Demikian penjelasan mengenai adab dalam islam mengenai menjenguk orang sakit yang bisa kita ucapkan ketika menjenguk.

Semoga dengan menjenguk  prang lain yag sedang sakit kita lebh bisa menjaga silaturahim serta memiliki rasa peduli yang besar terhadap saudara saudari atau bahkan teman-teman dekat sesama umat muslim yang sedang sakit.

Datanglah menjenguk dengan niatan yang baik dan senangkanlah dia dan berikan apa yang dia butuhkan seperti mengambilkan makanan dan minuman baginya.

Tidak hanya tu kita harus ingat bahwasannya hakikat sakit dan kesembuhan itu dari Allah SWT. Berodaalah kepad Allah, dan perbanyak untuk kita semua mengngat Allah. Cukup sekian ulasan mengenai doa orang sakit yang dapat kami tulis, semoga bermanfaat untuk semua.

Kategori: Pendidikan

ievoolme

Berpikir positif, tidak peduli seberapa keras kehidupan ini

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *