Pada artikel kali ini kami akan membahas tentang doa setelah adzan yang akan dibahas secara lengkap dengan beberapa hal yang berkaitan dengannya. Ulasan berikut ini bertujuan untuk memudahkan anda mendapatkan ilmu pengetahuan berkenaan dengan doa setelah adzan yang saat ini banyak dicari.

Adzan bukanlah hal yang asing lagi bagi umat Islam. Bahkan, ia seolah-olah sudah menjadi teman baik umat Islam dalam keseharian nya. Adzan tidak hanya menjadi ajaran agama sekaligus budaya di Indonesia, namun juga di dunia sejak era Nabi Muhammad SAW. Adzan dilantunkan selama lima kali dalam sehari sebagaimana perintah sholat wajib sebanyak lima kali dalam sehari.

Dan bisa dihitung sendiri banyaknya masjid yang berdiri di dunia, jika setiap masjid adzan lima kali dalam sehari, tentu sudah berapa puluh ribu kali adzan dikumandangkan hanya dalam sehari. Sungguh luar biasa bukan?

Pengertian dan makna adzan

adzan adalah

lampung.tribunnews.com

 1. Pengertian adzan

Secara bahasa adzan bermakna al i’lam yang berarti pengumuman atau pemberitahuan, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla:

وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الأكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُه

“Dan pengumuman dari Allah dan Rasul-Nya kepada ummat manusia di hari haji akbar bahwa Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari kaum musyrikin…..” (QS. At Taubah: 3)

Sedangkan menurut istilah adzan adalah pemberitahuan bahwa waktu shalat telah tiba dengan menggunakan lafal-lafal tertentu dan cara tertentu. (Al-Mausû’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah: 2/489)

2. Makna adzan

Jumhur ulama sepakat bahwa hukum adzan adalah fardhu kifayah. Yang artinya jika salah satu di antara kaum muslimin telah mengumandangkan adzan ketika masuk waktu sholat, maka gugurlah kewajiban atas seluruh umat muslim yang lain.

Sebaliknya apabila telah masuk waktu shalat dan tidak ada orang yang mengumandangkan adzan, maka semua penduduk yang ada di tempat tersebut akan berdosa.

Pendapat ini dikuatkan oleh beberapa hadis dari Nabi SAW. Di antaranya riwayat dari Malik bin al- Huwairisi bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ

“Jika waktu shalat telah tiba, salah seorang di antara kalian hendaknya mengumandangkan azan untuk kalian dan yang paling tua di antara kalian menjadi imam.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ibnu Utsaimin berkata, “Kewajiban adzan dan iqamah telah dinyatakan oleh Nabi SAW dalam banyak riwayat. Keharusan melantunkannya berlaku baik saat menetap atau sedang melakukan safar. Karena pada umumnya waktu shalat tidak diketahui kecuali dengan suara adzan, dan ia merupakan syiar islam yang harus ditampakkan.” (Syarhu Al-Mumti’, 2/38)

Bacaan doa sebelum adzan

doa setelah adzan

www.kiblat.net

Tidak ada satu riwayatpun yang menyuruh Muadzin mengucapkan lafaz tertentu sebelum adzan seperti bacaan Hauqalah, tasbih, tahmied, shalawat atau yang lainnya yang berkembang di masyrakat.

Adapun bacaan basmalah itu disunahkan secara umum untuk mengawali segala perbuatan yang baik bukan semata – mata mencari ridho Allah.

Dalam hal ibadah, kaidah yang berlaku adalah,

الأصل في العبادة التوقف

Hukum asal ibadah adalah menunggu datangnya dalil. Yang artinya, tidak boleh melakukan kegiatan yang dianggap sebagai ibadah, kecuali setelah ada dalil yang memerintahkan.

Berbeda dengan perkara dunia, yang hukum asalnya adalah boleh (mubah), selama tidak ada dalil yang melarangnya.

Jika kita sadari, kaidah ini sebenarnya bukti rahmat Allah kepada manusia. Dimana untuk perkara ibadah, yang berisi pembebanan, lingkupnya dipersempit, cukup yang diperintah oleh dalil. Adapun masalah dunia, Allah beri kelonggaran, silahkan dinikmati selama tidak ada dalil yang mengharamkan.

Berdoa sebelum adzan dengan doa tertentu, tentu ini perkara ibadah. Perlu dalil sebagai legalitas ibadah ini. Namun ternyata tidak ada satu pun hadis shahih yang memerintahkan doa sebelum adzan. Sehingga tidak ada doa tertentu sebelum mengumandangkan adzan.

Hadits pertama :

Dalam situs Islamqa (situs Ilmiyyah yang diasuh oleh Syekh Sholih Al Munajid –hafidzohullah– ) diterangkan,

أما عن الدعاء قبل الأذان فليس هناك دعاء قبل الأذان – فيما أعلم – ولو خصص ذلك بقول خاص أو غير خاص في ذلك الوقت فهو بدعة منكرة ولكن إن جاء اتفاقاً وصدفة فلا بأس به .

Sebatas pengetahuan kami, tidak ada doa sebelum adzan. Jika sebelum adzan seorang Muadzin mengkhususkan bacaan tertentu atau mengkhususkan bacaan dzikir lainnya, selain yang biasa dia baca sebelum adzan, maka hal tersebut termasuk bid’ah yang tercela. Namun jika bacaan dzikir yang dia ucapkan kebetulan saja bertepatan sebelum adzan (tidak diyakini sebagai dzikir khusus sebelum adzan), maka tidak mengapa.

(https://islamqa.info/amp/ar/answers/5666)

Hadits kedua :

Syekh Dr. Sa’ad Ats-Tsisri (anggota ulama senior Kerajaan Saudi Arabia) juga menerangkan senada,

نحن نتبع في هذا الأذان هدي النبي صلى الله عليه وسلم، النبي صلى الله عليه وسلم قد علم أصحابه كيف يؤذن وكان هؤلاء المؤذنون يؤذنون بين يديه صلى الله عليه وسلم، سنوات طويلة،

“Dalam beradzan, kita mengikuti petunjuk Nabi ﷺ. Beliau ﷺ telah mengajarkan cara adzan kepada para sahabat beliau. Bertahun-tahun para sahabat mengumandangkan adzan di hadapan Nabi ﷺ.”

Syekh melanjutkan,

ويقرهم على هذا الأذان ولم يكن يزيدون فيه، ومن ثم أي زيادة على هذه الجمل التي بين أيدينا فإنها زيادة غير مقبولة، سواء كان قال : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، أو قال بسم الله الرحمن الرحيم، أو قال صلى الله على محمد، أو قال أشهد أن سيدنا محمد الرسول الله، فهذه زيادات غير مقبولة،

“Dan beliau menyetujui adzannya para sahabat. Tak sedikitpun mereka tambahi. Maka tambahan bacaan tertentu dalam lafadz adzan yang sudah kita kenal, tidak bisa diterima. Baik ucapan “a’udzbillah minas syaitoonir rojiim“, atau “bismillahirrahmanirrahim“, atau “shallallahu’ala Muhammad“, atau “Asy-hadu anna sayyidana Muhammad Rasulullah“, tambahan-tambahan seperti ini tidak bisa diterima..

ومثله لو قال : حي على خير العمل، هذه لم ترد عن النبي صلى الله عليه وسلم، ولم تثبت عنه، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم، كما قال تعالى ((لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا)), وكما قال النبي صلى الله عليه وسلم ( من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد) فهذه الزيادات التي تكون في الأذان مردودة غير مقبولة، لأنه من نوع من أنواع الإبتداع، قال تعالى ((أَمۡ لَهُمۡ شُرَكَٰٓؤُاْ شَرَعُواْ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمۡ يَأۡذَنۢ بِهِ ٱللَّهُۚ…))

Sama juga seperti bacaan, “Hayya ‘ala khoiril amal” (mari melakukan sebaik-baik amal… Sebagai ganti lafaz “Hayya ‘alas Sholah; artinya mari mengerjakan sholat). Lafaz-lafaz seperti ini, tidak bersumber dari Nabi ﷺ. Sementara sebaik-baik petunjuk adalah, petunjuk Nabi Muhammad ﷺ. Sebagaimana Allah firmankan,

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (QS. Al-Ahzab: 21)

Hadits ketiga :

Dan Nabi ﷺ juga bersabda,

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

Siapa yang membuat ibadah baru dalam ajaran kami, maka ibadah tersebut tertolak.

Ini menunjukkan, bahwa tambahan-tambahan bacaan dalam adzan seperti ini tertolak; tidak diterima di sisi Allah. Karena tindakan seperti ini termasuk membuat amalan baru dalam agama. Allah berfirman,

أَمۡ لَهُمۡ شُرَكَٰٓؤُاْ شَرَعُواْ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمۡ يَأۡذَنۢ بِهِ ٱللَّهُۚ وَلَوۡلَا كَلِمَةُ ٱلۡفَصۡلِ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡۗ وَإِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ

Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan agama bagi mereka yang tidak diizinkan (diridhai) Allah? Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menunda (hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh, orang-orang zhalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih. (QS. Asy-Syura : 21)

Bacaan lafadz adzan

doa setelah adzan lengkap

www.wajibbaca.com

Adzan dan iqamah memiliki hukum sunnah Mu’akkad untuk sholat fardhu, baik untuk sholat fardhu yang dikerjakan berjamaah (bersama sama) maupun yang dikerjakan sedirian (munfarid). Adzan dan iqamah juga disunnahkan untuk menggunakan suara yang keras, kecuali bila anda akan melakukan sholat fardhu di masjid, dimana jamaah lain sedang atau telah melaksanakan shalat tersebut.

Saat akan melakukan adzan atau iqomah, anda harus dalam keadaan yang suci dan telah berwudlu. Selain itu, pelaksanaan adzan dan iqamah dilakukan dengan menghadap kiblat dan dikeraskan dengan nada yang baik. Untuk selanjutnya mari kita simak bacaan adzan dibawah ini :

(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ
(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
(١x) اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Latinnya dan arti bacaan adzan

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya‘alashshalaah. (2x)
Hayya‘alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah. (1x)

Artinya :

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar (2x)
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah. (2x)
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah. (2x)
Marilah Sholat. (2x)
Marilah menuju kepada kejayaan. (2x)
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar (1x)
Tiada Tuhan selain Allah. (1x)

Syarat menjadi muadzinSyarat muadzin

Adzan mempunyai beberapa tata tertib yang harus dilakukan. Tidak semua orang dibolehkan adzan kecuali telah memenuhi syarat berikut ini :

1. Muslim

Disyaratkan bahwa seorang muadzin haruslah seorang yang beragama islam. Tidak sah adzan dari seorang yang selain agama islam atau juga disebut sebagai kafir.

2. Telah masuk waktu sholat

Syarat sah adzan adalah telah masuknya waktu shalat, sehingga adzan yang dilakukan sebelum waktu sholat maka adzan tersebut tidak sah. Akan tetapi terdapat pengecualian pada adzan subuh. Adzan subuh diperbolehkan untuk dilaksanakan dua kali, yaitu sebelum waktu subuh tiba dan ketika waktu subuh tiba (terbitnya fajar shadiq).

3. Berniat adzan lillahi Taala

hendaknya seseorang yang akan melakukan adzan diharuskan berniat terlebih dahulu. Berniat dalam hatinya bahwa dia akan mengumandangkan adzan hanya kepada Allah Taala bukan karena riya’ atau pamer sebab suaranya bagus.

4. Dikumandangkan dengan bahasa arab

Para Ulama’ besar dan sesuai sunnah yang diajarkan oleh Rosullulloh Jika adzan dikumandakan selain memakai bahasa arab tidak sah adzan tersebut. Para ulama’yang berpendapat demekian seperti ulama dari Madzhab Hanafiah, Hambali, dan Syafi’i.

5. Tidak ada kesalahan dalam pengucapan lafadz adzan sehingga merubah makna

Maksudnya adalah Ketika hendak mengumandangkan adzan supaya terbebas dari kesalahan-kesalahan pengucapan yang dapat merubah makna adzan. Lafadz-lafadz adzan harus diucapkan dengan jelas dan benar.

6. Memiliki suara yang bagus

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada sahabat Abdullah bin Zaid: “pergilah dan ajarkanlah apa yang kamu lihat (dalam mimpi) kepada Bilal, sebab ia memiliki suara yang lebih bagus dari pada suaramu”

Menjawab adzan yang berkumandang

JIka adzan berkumandang tentunya kita harus menjawab dan menyegerakan untuk memenuhi panggilannya. Maka aktivitas apapun yang tengah kita kerjakan (selain yang wajib) hendaknya segera dihentikan kalau mendengar adzan.

Bahkan ketika kita sedang membaca Al Quran, mengerjakan wirid, berdzikir, semuanya segera dihentikan, dan menjawab adzan. Dalam keadaan apapun kita tetap dianjurkan untuk menjawab Adzan.

Untuk bacaan menjawab adzan sama dengan bacaan adzan itu sendiri.

Misalnya:

Ketika muazzin mengucap اَللهُ اَكْبَر maka dijawab dengan bacaan yang sama, اَللهُ اَكْبَر.

Hal ini berlaku untuk semua bacaan adzan.

Namun ada dua bacaan yang dijawab dengan bacaan yang berbeda, yaitu:

Ketika muadzzin membaca “Hayya‘alashshalaah” (حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ) dan “Hayya‘alalfalaah” (حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ) dijawab dengan “La khaula wa Laa khuwata illaa billaah” (لاحول ولاقوّة الاّ بالله).

Khusus hanya untuk adzan shubuh, ada tambahan ketika muadzzin membaca “As shalaatu khairum minan naumi” (الصّلاة خير من النّوم), maka dijawab dengan “Shadaqta wabararta wa anaa “alaa dzaalika minasy syaahidiina” (صدقت وبررت وانا على ذلك من الشّاهدين).

Bacaan doa setelah adzan

doa setelah adzan beserta latinnya

wisatanabawi.com

Setelah adzan berkumandang, kita disunnahkan oleh Rasulullah SAW untuk mengerjakan beberapa amalan seperti yang tercantum di dalam Hadits Riwayat Bukhari. Salah satu amalan yang disebutkan ialah membaca doa setelah adzan.

Berikut ini lafal, latin, dan arti dari doa setelah adzan:

اَللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ يَآاَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latinnya :  Allaahumma robba haadzihid da’watit taammati wash sholaatil qooimati aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilata wasy syarofa wad darajatal ‘aaliyatar raofii’ata wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtahu, innaka laa tukhliful mii’aada yaa arhamar roohimiina.

“Ya Allah, Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna, dan sholat yang tetap didirikan, karuniailah nabi Muhammad tempat yang luhur, kelebihan, kemuliaan, dan derajat yang tinggi. tempatkanlah dia pada kedudukan yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tiada menyalahi janji. wahai dzat yang Maha Penyayang”

Dengan membaca doa tersebut kita bisa mendapatkan salah satu keutamaan yaitu mendapatkan syafa’at dari Nabi Muhammad SAW, maka doa setelah adzan di atas harus kita amalkan ketika selesai mendengar adzan.

Keutamaan membaca doa setelah adzan

bacaan doa setelah adzan

www.mishba7.com

Meskipun membaca doa setelah adzan merupakan suatu amalan sunnah, berdoa sesudah adzan memiliki keutamaan yang sangat besar bagi bekal kelak di dunia maupun di akhirat. Berikut merupakan beberapa penjelasan tentang keutamaan doa sesudah adzan:

  1.  Waktu yang mustajabah atau waktu yang mujarab untuk berdoa. Jika anda berdoa diwaktu-waktu tersebut, insyaAllah doa-doa anda akan mudah untuk dikabulkan oleh Allah SWT.Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa :

    قُلْ كَمَا يَقُولُو نَ فَاِذَا انْتَهَيْتَ فَسَلْ تُعْطَهْ

    Artinya : Ucapkan seperti yang diucapkan muadzin, jika kamu telah selesai, berdoalah maka kamu akan diberi. (HR. Abu Daud 524, Ibn Hibban 1695 dan dihasankan Syuaib al Arnauth)

  2. Akan mendapatkan ganjaran yang lebih besar.
  3. Muadzin dan orang yang mendengarkan adzan dijanjikan oleh Allah Taala akan mendapatkan saksi kebaikan pada hari kiamat kelak. Seperti apa yang disebutkan pada hadits berikut ini ;

    اَ يَسْمَعُ مَدَ ى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلاَ اِنْسٌ وَلاَ شَىْءٌ اِلاَّ شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَا مَةِ

    Artinya : “Tidaklah suara adzan yang keras dari yang mengumandangkan adzan didengar oleh jin, manusia, dan segala sesuatu yang mendengarnya melainkan itu semua akan menjadi saksi pada hari kiamat.” (HR. Bukhari 609)

  4.  Sebagai penggugur dosa apa yang telah dilakukan sebelumnya.

    نْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ : وَاَنَا اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَ اللهُ, وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ, وَاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ, رَضِيتُ بِاللهِ رَبًا وَبِمُحَمَّدٍرَسُولاً, وَبِالاِ سْلامِ دِينًا, غُفِرَ لَهُ ذَ نْبُهُ.

    Artinya : Barangsiapa yang ketika mendengar adzan dia mengucapkan : Saya juga bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Nya, aku ridha Allah sebagai Rabku, Muhammad sebagai Rasul, dan Islam sebagai agamaku. Siapa yang mengucapkan itu, maka dosa dosanya akan diampuni. (HR. Ahmad 1565, Muslim 386, dst).

  5. Apabila kalian menjawab seruan adzan, kemudian kalian membaca shalawat meskipun hanya sekali, maka Allah akan memberi shalawat baginya 10 kali.

    شْرًا بِهَا عَلَيْهِ اللهُ صَلَّى صَلاةً عَلَيَّ صَلَّى مَنْ نَّهُ فَاِ ,عَلَيَّ اصَلَّو ثُمَّ ,لُ يَقُو مَا امِثْلَ لُو فَقُو نَ ذَّ الْمُؤَ سَمِعْتُمْ اِذَا

    Artinya : Apabila kalian mendengar muadzin, jawablah adzannya. Kemudian bacalah shalawat untukku. Karena orang yang membaca shalawat untukku sekali maka Allah akan memberikan shalawat untuknya 10 kali. (HR. Muslim 384)

  6. Akan mendapatkan syafaat dari Roullulah SAW melalui wasilah.

    مَّ سَلُوا اللهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ, فَاِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ, لاَ تَنْبَغِي اِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ, وَاَرْخُو اَنْ اَكُونَ اَنَا هُوَ, فَمَنْ سَاَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

    Artinya : Setelah menjawab adzan, kemudian mintalah wasilah kepada Allah untukku. Wasilah adalah satu kedudukan di surga, yang tidak akan ditempati kecuali oleh salah seorang dari para hamba Allah. Dan saya berharap, saya lah yang mendudukinya. Siapa yang memohon kepada Allah wasilah untukku maka halal baginya syafaatku. (HR. Muslim 384)

Jarak antara iqomah dan adzanIqomah dan adzan

Bagi orang yang tidak terbiasa melakukan adzan, tentu akan bertanya-tanya mengenai berapa lamakah sesungguhnya jarak antara adzan dan iqomah itu? Berikut adalah jawaban berdasarkan riwayat dari Ubay Bin Ka’ab, Abu Hurairah, dan Salman Al-Farisi.

جعلْ بين أذانِك وإقامتِك نفَسًا ، قدرَ ما يقضي المعتصِرُ حاجتَه في مهَلٍ ، وقدْرَ ما يُفرِغُ الآكِلُ من طعامِه في مهَلٍ

Artinya: “Jadikan (waktu) antara adzan dan iqamahmu sesuai dengan orang yang tidak tergesa gesa dalam menunaikan hajatnya dan orang yang tidak tergesa gesa dalam menyelesaikan makannya”. (HR. Ahmad, Tirmidzi, dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Shahihah no. 887)

Dari hadits di atas dapat dipahami bahwa sesungguhnya jarak waktu yang tepat antara adzan dan iqomah itu sebagaimana orang yang sedang makan namun makan yang tidak tergesa-gesa di dalam prosesnya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa jarak antara keduanya kira-kira adalah 10 hingga 15 menit lamanya.

Dengan begitu, masing-masing masjid yang mengumandangkan adzan sebaiknya tidak langsung membaca iqomah sesudah selesai adzannya. Tujuan dari hal ini adalah untuk memberikan kesempatan waktu kepada para jama’ah untuk menjalankan beberapa amalan sunnah atau berbagai jenis ibadah yang dapat dijalankan antara waktu adzan dan iqomah.

Keistimewaan waktu antara adzan dan iqomah

doa tatkala sesudah adzan

ekspektasia.com

Waktu antara adzan dan iqomah memiliki keistimewaan atau keutamaan yang sangat besar. Akan mendatangkan pahala dan baroqah yang besar jika anda melakukannya. Amalan-amalan tersebut seperti sebagai berikut ini:

1. Dari segi waktunya

Waktu antara adzan dan iqomah merupakan waktu yang sangat istimewa karena saat itu dikumandangkan seruan untuk melaksanakan shalat. Dan shalat adalah penghulu dari segala ibadah.

2. Dari segi orang yang berdoa.

Orang yang berdoa akan menyaksikan dengan keimananya dan menjauhi kesyirikan dengan lantunan atau jawaban adzannya.

Sedangkan keimanan adalah hal terpenting dalam terkabulnya suatu doa. Selain itu juga telah melakukan ibadah yang utama, yaitu jawaban adzannya atau doa setelah adzannya.

Bacaan iqomah

lafadz iqomah

www.istiqna.com

Pengertian iqomat atau iqamah menurut istilah adalah seruan atau pemberitahuan bahwa sholat akan segera dimulai atau didirikan dengan menyebut lafal–lafal khusus dan iqomat bisa dibilang sebagai Adzan yang kedua.

Kemudian Lafal Iqamah pun sama dengan Adzan, hanya saja Adzan di ucapkan masing–masing 2 kali sedangkan untuk iqomat cukup diucapkan sekali saja.

Adapun iqamah sendiri di sunahkan diucapkan dengan agak cepat dan dilakukan menggunakan suara yang lebih rendah dari pada saat Adzan.

Itulah bebarapa penjelasan tentang lafadz doa setelah adzan dan amalan-amalan yang berkaitan dengannya. Setelah mengetahui doa-doa, dan sunah saat mendengar adzan tersebut mari kita mengamalkan semuanya.

Hal yang perlu diingat bahwa jika setiap ada Muadzin yang mengumandangkan adzan dan iqamah ada baiknya untuk mendengar dan dijawab dengan benar. Karena di samping mendapatkan pahala (sunnah), sekali lagi waktu saat adzan dan iqamah adalah waktu dimana doa dimustajab oleh Allah SWT. Wallahu a’lam. Sekian dari kami dan kami ucapkan terimakasih.

Kategori: Pendidikan

ievoolme

Berpikir positif, tidak peduli seberapa keras kehidupan ini

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *