Setelah melewati musim kemarau yang begitu panjang ini, hujan tentunya sangat dinanti-nantikan oleh semua orang. Karena hujan merupakan kenikmatan bagi semua makhluk yang ada di muka bumi ini. Dengan kata lain, hujan merupakan salah satu keberkahan dari Allah SWT yang diturunkan dari langit ke bumi. Oleh sebab itu, begitu besar nikmatnya hujan, maka umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa ketika hujan turun.

Hujan menurut islam adalah salah satu karunia Allah yang patut kita syukuri. Tidak sepatutnya kita mencela ketika hujan turun ke bumi. Bukan tanpa alasan, sebab hujan adalah salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan doa.

Ibnu Qudamah dalam Al Mughini berkata, “Bahwa kita dianjurkan untuk berdoa ketika hujan turun, seperti yang diriwayatkan oleh Nabi SAW :

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

Artinya : “Berdoalah disaat waktu yang mustajab, yakni pada saat berada pada 3 keadaan, pertama adalah saat bertemu dua pasukan, kedua saat menjelang shalat dan ketiga adalah ketika hujan turun”. Hadits Sahl bin Sa’d juga berkata bahwa Rasulullah SAW brsabda :

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ تَحْتَ المَطَرِ

Artinya : “Dua doa yang mustahil untuk ditolalah adalah doa ketika adzan dan doa saat turun hujan”.

Pengertian Hujan
Pengertian hujan

Hujan secara ilmiah memiliki arti yaitu jatuhnya titik titik air yang berasal dari gumpalan titik titik awan yang sedang mengalami tingkat kejenuhan maksimal. Hujan sendiri merupakan salah satu fase siklus air yang terdapat di bumi, dimana air laut yang menguap menjadi awan dan kemudian tertiup angin sampai berada di wilayah tertentu.

Awan tersebut akan berkumpul dan bertambah dengan awan awan lain yang berada disekitarnya. Selanjutnya setelah awan tersebut mencapai titik jenuh, maka awan yang tercipta dari berjuta juta titik air akan jatuh secara bergantian yang kemudian disebut sebagai hujan.

Dan air hujan kembali diserap oleh bumi dan berproses kembali sampai mencapai laut. Lalu bagaimanakah doa ketika turun hujan? Mari kita simak bersama-sama ulasan berikut ini :

Doa Ketika Turun Hujan
doa turun hujan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa sebagian orang akan berkeluh kesah saat mengetahui bahwa hujan akan segera turun. Padahal itu sama sekali salah. Hujan adalah nikmat Allah yang paling terindah

Ummul mu’minin (Aisyah Radhiyallahu ‘anha) menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

اِنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه و سلم – كَانَ اِدَا رَاَى الْمَطَرَ قالَ : اَللهُمَّ صَيِّبًا نَفِعًا

Innannabiyyi shallallahu ‘alayhi wa sallam >> kanna idaa rha’almadharha kaala : Allahumma Ayyiban nafi’an.

Artinya : Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan : Allahumma sayyiban nafi’an (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat). (HR. Bukhori : 1032)

Ibnu Baththol mengatakan “Hadist ini berisi anjuran untuk berdoa ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.” (Syarh Bukhari, Ibnu Baththol, 5:18, Asy Syamilah)

Doa Ketika Turun Hujan Lebat
doa ketika hujan lebat

Terkadang hujan turun tak hanya hujan biasa, hujan itu terkadang dibarengi dengan petir, kilat dan angin yang kencang. Hujan seperti ini bisa jadi membuat anda ataupun anak anda merasa takut dan gelisah. Rasa takut dan gelisah ini biasanya timbul diakibatkan oleh rasa khawatir dan ketakutan akan terjadinya musibah.

Maka Rasullullah menganjurkan kita untuk berdoa, guna menghilangkan rasa takut dan khawatir tersebut. Doa dapat menjadi harapan kepada sang pemilik alam semesta untuk menurunkan hujan yang penuh dengan rahmat.

Serta membawa kenikmatan dan bukan sebagai tanda datangnya suatu musibah. Selain doa hujan biasa, Rasullullah pernah berdoa saat hujan deras.

Suatu ketika kota Madinah mengalami hujan setiap hari sehingga menyebabkan tanaman dan binatang mengalami kebanjiran.

Kemudian para sahabat meminta Rasulullah SAW untuk berdoa agar cuacanya menjadi lebih cerah. Nabi SAW pun berdoa :

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Artinya : “Ya Allah turunkan hujan di sekitar kami dan bukan membuat bahaya kepada kami. Ya Allah turunkan hujan di daerah dataran tinggi, gunung, bukit, perut lembah dan tempat pohon tumbuh” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syekh Shohih As Sadlan mengatakan doa tersebut dapat dibaca ketika terjadi hujan lebat dan kemudian khawatir hujan lebat tersebut akan membawa bahaya (Dzikru wa Tadzkir, Sholih As Sadlan, hal. 28, Asy Syamilah).

Selain doa diatas, anda bisa juga dengan membaca doa di bawah ini:

الَّاخُمَّ حَوَ الَيْنَا وَ لاَ عَلَيْنَا

Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alaina

Artinya : Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami saja dan jangan kepada kami (Al Bukhari : 969)

Doa Setelah Hujan Berhenti
doa ketika hujan berhenti

Sebagaimana kita ketahui bahwa saat turun hujan merupakan saat turunya rahmat dan berkah dari Allah. Dalam kondisi yang demikian, kita selayaknya juga mengungkapkan rasa syukur kepada Allah setelah hujan itu berhenti.

Selain itu waktu mustajab saat hujan tak hanya saat hujan sedang berlangsung, melainkan juga ketika hujan tersebut telah reda. Berikut doa yang dipanjatkan saat hujan telah reda:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

‘Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih

Zaid bin Ali pernah meriwayatkan bahwa ketika Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang melakukan sholat subuh bersama sahabat sahabatnya di masjid, yang mana malam harinya turun hujan dengan sangat lebat. Sebelum pergi Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa salam menghadap kearah para jamaah, kemudian beliau bersabda :

“Apakah kalian mengetahui apa yang Rabb kalian katakan?” Sahabat menjawab, “Sesungguhnya Allah dan Rasulnya lah yang mengetahui.”

هَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَاَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ . فَدَلِكَ مُؤْ مِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالكَاوْ كَبِ وَاَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَ كَذَا . فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْ مِنٌ بِلْكَوْ كَبِ .

Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Di pagi hari, diantara hambaKu ada yang beriman dan ada yang kafir. Siapa yang berkata “Muthirnaa Bifadlillahi wa rahmatihi lillahi,” maka dia beriman kepada Allah dan kufur kepada bintang bintang. Sedangkan yang berkata, “Muthirnaa Binnau kadza wa kadza,” dia kafir kepada Allah dan beriman kepada bintang bintang. (HR. Bukhari dan Muslim)

Makna Doa Setelah Hujan Berhenti
makna doa hujan

Dalam hadits ini setidaknya terkandung dua pelajaran:

1. Tentang dalil disunnahkannya mengucapkan, “Muthirna bi fadhillahi wa rahmatih”

Mengucapkan “Muthirna bi fadhillahi wa rahmatih” yang artinya “kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah”.

Setelah turun hujan, sebagai tanda syukur atas nikmat hujan yang diberikan. Dengan mengucapkannya, maka kita telah melakukan syukur kepada Allah. Di samping itu, kita juga telah menutup pintu untuk tumbulnya kesyirikan kepada selain Allah.

2. Mengatakan, “Muthirna binnai kadza wa kadza”

Hadits ini mengandung maksud bantahan Rasulullah terhadap kaum Jahiliah yang mengatakan “Muthirna binnai kadza wa kadza” yang artinya “kita diberi hujan karena sebab bintang ini”.

Jumhur ulama berpendapat:

“Jika seseorang megucapkan ucapan ini dengan meyakini bahwa bintang itulah yang sebagai pembuat, pengatur, dan menurunkan hujan dan bintang itu hanya sebagai alamat atau tanda waktu menurut adat kebiasaan yang berlaku, maka ia tidaklah kafir.

Karena, yang ia maksud dengan ucapannya itu sebenarnya adalah “kita diberi hujan pada waktu ini, bukan kita diberi hujan karena sebab penciptaan bintang ini.”

Namun demikian, mayoritas ulama menganggap makruh mengucapkan ucapan ini, yakni terbilang sebagai makruh tanzih (makruh yang tidak menimbulkan dosa).

Sebab, kemakruhan ini karena ucapan tersebut di antara ucapan kekafiran dan lainnya sebagai orang yang mengucapkannya diduga jelek. Dan, karena ucapan itu merupakan syiar orang-orang jahiliah.

Imam Syafi’I berkata dalam al-Umum:

“Barang siapa berkata, ‘Hujan turun brekat karunia Allah dan rahmat-Nya,’ maka itu merupakan bentuk keimanan kepada Allah. Sebab, ia tahu bahwa tidak ada yang mampu menurunkan hujan dan memberi, kecuali Allah semata.”

Keutamaan Membaca Doa Ketika Turun Hujan
keutamaan membaca doa hujan

Sesuai dengan riwayat riwayat nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat, bahwa waktu hujan merupakan salah satu waktu mustajabah untuk berdoa, karena waktu hujan merupakan salah satu waktu dimana doa tidak akan tertolak. Hal ini terdapat dalam hadist dari Sahl bin Sa’d, yang menyatakan bahwa Rasullallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

شِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُعَاءُ عِنْدَ النِّدَا ءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

Sintaani maaturadhdhanidh dhu’aa’u indhan nadhaa’iwa tahta mathori

Artinya : Dua doa yang tidak akan ditolak : doa ketika adzan dan doa ketika turunnya hujan. (HR. Al Hakim dan Al. Baihaqi. Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadist ini merupakan hadist hasan menurut Shohihul Jaami’ : 3078)

Adapula hadist lain, dimana Ibnu Qudamah dalam Al Mughini berkata : “Bahwa kita dianjurkan untuk berdoa ketika hujan turun”, seperti yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَة الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلاَثٍ : عِنْدَ الْتِقءِ الْجُيُوشِ , وَاِقَا مَةِ الصَّلاَةِ , وَنُزُ ولِ الْعُيثِ

Artinya : Berdoalah disaat waktu yang mustajab, yakni pada saat berada pada 3 keadaan, pertama adalah saat bertemu dua pasukan, kedua saat menjelang shalat dan ketiga adalah ketika turun hujan.

Berdasarkan hadist hadist yang dijelaskan diatas, berdoa saat hujan merupakan sebuah kewajiban. Karena manfaatnya yang sangat besar, dan merupakan sebuah tanda syukur yang wajib kita panjatkan kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala. Dengan berdoa, akan mengingatkan kita bahwa semua yang ada di bumi ini adalah atas ijin dan karuniaNya.

Karena hujan merupakan salah satu yang tidak boleh dicela, maka dengan berdoa dapat meningkatkan pengetahuan kita tentang manfaat doa dan senantiasa mengharapkan pahala setiap kali hujan turun.

Dengan berdoa juga dapat meningkatkan keimanan kita terhadap Allah subhanallahu wa ta’ala karena kita dapat selalu mengingat Yang Maha Kuasa setiap kali hujan turun.

Doa Ketika Hujan dibarengi dengan Petir
doa hujan dan petir

Hujan biasanya tak lepas dengan munculnya petir dan kilat. Petir merupakan suatu suara yang ditimbulkan akibat gesekan loncatan elektron di udara.

Sedangkan sebelum petir terdengar biasanya anda akan melihat adanya kilat atau cahaya yang merambat di langit. Petir dan kilat banyak menciptakan rasa takut maupun khawatir bagi manusia karena energinya yang besar.

Untuk itu, seperti halnya hujan deras, meskipun petir dan kilat amat cukup menakutkan dan membuat khawatir, anda tetap saja tidak boleh mencela petir maupun kilat.

Karena petir dan kilat merupakan salah satu ciptaan dari Tuhan semesta, maka bila anda mencela petir atau ciptaanNya yang lain, maka sama halnya anda juga mencela sang Penciptanya.

diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Az-Zubayr (Radiyallahu Anhu) ketika ia mendengar petir ia akan berhenti berbicara dan berdoa:

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi.

Artinya: “Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya” [ar-Ra‘d 13:13].

Kemudian dia akan mengatakan: “Ini adalah sebuah peringatan keras bagi penduduk bumi.[Diriwayatkan oleh al-Bukhaari dalam kitab al-Adab al-Mufrad No. 723, Maalik dalam kitab al-Muwatta’ (3641). Isnadnya di daulat sebagai Shahih oleh an-Nawawi dalam kitab al-Adhkaar (235) dan juga Albani dalam kitab Sahih al-Adab al-Mufrad (556).

Sejauh ini kami tidak mendapati hadits marfu (Sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam) dimana Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam mengenai doa ini.

Dan juga tidak pula ada doa dan dzikir dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam saat melihat kilat, lagi-lagi sejauh yang kami tahu. Allahu a’lam Bishawab.

Sunnah-Sunnah yang dianjurkan Tatkala Turun Hujan
sunnah tatkala hujan

1. Sunnah pertama : Membaca doa

Sungguh dulu Rasulullah ﷺ jika melihat hujan, beliau berdoa:

اللَّهمَّ صيِّبًا نافعًا

“Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat.”
Yakni hujan yang tercurah berlimpah. (Dishahihkan Al-Albani dalam shahih Al-Adab Al-Mufrad).

2. Sunnah kedua: Menyingkap sebagian badannya agar terkena air hujan.

Dari Anas radhiyallahu’anhu berkata: Kami tertimpa hujan bersama Rasulullah ﷺ lalu beliau menyingkap baju sampai sebagian badan beliau terkena air hujan, lalu kami bertanya: “Untuk apa anda melakukan begini?” Beliau menjawab: “Karena hujan ini baru saja dari sisi Rabbnya.” (HR. Muslim)

3. Sunnah ketiga: Mustajabnya Doa dihadapan Allah

Berdoa kepada Allah di tengah turunnya hujan, karena ketika itu adalah waktu dikabulkannya doa, karena bertepatan turunnya rahmat dari rahmat Allah Azza wa jalla. Sebagaimana Nabi ﷺ bersabda: “Dua doa yang tidak akan ditolak:

Doa ketika adzan dan doa di bawah hujan.” (Dihasankan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami no 3078.)

4. Sunnah keempat: Berdoa ketika hujan reda

Ucapkanlah sesudah hujan reda :

مُطِرنا بفضلِ اللَّهِ ورحمتِهِ

Kami diberi hujan dengan sebab karunia Allah dan rahmat-Nya.

(( مُطِرنا بفضلِ اللَّهِ ورحمتِهِ ))

Ditekankan untuk beramal dengan hadits ini dan meyakini maknanya pada zaman sekarang ini. Karena melihat sebagian manusia sudah mulai menggantungkan turunnya hujan kepada kondisi udara, dan mereka berpatokan dengan pendapat ahli cuaca. Dalam sebuah hadits beliau ﷺ shalat subuh dengan para sahabatnya di Hudaibiyah dalam bekas hujan tadi malam. Tatkala beliau selesai shalat, beliau menghadap manusia lalu bersabda: “Tahukah kalian apa yang difirmankan Rabb kalian?”

Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yg lebih tahu.”

Beliau bersabda: “Allah ta’ala berfirman: Pada pagi hari ada diantara hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan kafir.”

Adapun yang mengatakan Kita diberi hujan karena karunia Allah dan Rahmat-Nya, maka ia telah beriman kepadaKu dan kafir kepada bintang. Dan adapun yang mengatakan: “Kita diberi hujan karena bintang ini dan itu, maka ia telah kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang.” (Muttafaq alaih 71-1038)

5. Sunnah yang kelima: Berdoa ketika hujan lebat

Ketika hujan sangat deras dan kawatir membahayakan, sebagian mereka berdoa kepada Allah agar Allah menghentikan hujannya, dan ini bukan termasuk sunnah. Bahkan hendaknya ia berdoa dengan doa Rasulullah:

“Ya Allah turunkanlah hujan di sekeliling kami, dan tidak dari atas kami. Ya Allah turunkanlah hujan di gunung, bukit, lembah dan di tempat tumbuhnya pepohonan.” (Muttafaq alaih 897-1014)

Demikian ulasan tentang doa ketika turun hujan, doa ketika hujan lebat dan doa setelah hujan. Kembali saya ulagi kembali hujan adalah nikmat Allah yang harus kita syukuri, karena hujan memberikan manfaat yang luar biasa bagi seluruh makhluk hidup di dunia ini. Sekian dan terimakasih.

Kategori: Pendidikan

ievoolme

Berpikir positif, tidak peduli seberapa keras kehidupan ini

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *