Kalian pasti sudah sering mendengar kata Relawan, bahkan sudah gak asing lagi buat pendengaran kita lagi. Semua orang dapat menjadi relawan dan mampu menjadi relawan. Kita hidup dalam lingkup kekeluargaan, bergotongroyong antar sesama saudara jadi mustahil kalau sesama kita tidak membutuhkan batuan orang lain.

Tak heran kalau sekarang banyak yang ingin menjadi seorang relawan ataupun ingin dibantu seorang relawan, mengapa demikian..? Kebanyakan orang-orang salah dalam mendifinisikan atau salah dalam memahami apa itu sosok arti kata relawan. Ada banyak ahli bahasa mendifinisikannya antara lain sebagai berikut:

  • Para relawan merupakan orang yang sukarela dalam memberikan bakat dan waktunya melayani orang-orang tanpa mengharapkan imbalan
  • Relawan adalah suatu individual yang memiliki perasaan rela untuk menyumbangkan jaza atau tenaganya, waktu dan kemampuannya meskipun tidak menerima upah baik secara finansial ataupun materi dari organisasi tertentu. Kegiatan tersebut bersifat sukarela sehingga tidak mengharapkan imbalan.
  • Relawan adalah suatu ativitas yang dilakukan untuk memberikan bantuan kepada seseorang maupun kelompok yang membutuhkan pertolongan.

Berdasarkan devenisi-devenisi diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa relawan adalah seseorang yang memiliki hati nurani yang tinggi dan secara sukarela memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan bantuan

 Gempa Di Lombok

voaindonesia.com

Pusat gempa terjadi berlokasi di darat pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani pada jarak 18 kilometer arah barat laut Lombok Timur pada kedalaman 15 kilometer. kurang lebih di daerah sembalun.

Di daerah ini hampir semua rumah rusak, begitu pula daerah sembalun keatasnya lagi mengalami rusak sedemikian parahnya di Sembalun . Waktu itu kami tidak jauh dari daerah sana, Kami bertempat tinggal dipos daerah Sambik Rindang, Kayangan Kabupaten Lombok Utara

Meminta Izin Dari Kedua Orangtua

pexels-photo

 

“Hawari daerah didesaku sedang mencari beberapa relawan, tenaga untuk membantu saudara-saudara muslim yang sedang tertimpa musibah bencana dilombok  sana. Semua biaya akomodasi, makan, dan lain-lainnya sudah ditanggung dari pihak ketua Hawari, tinggal membawa jasmani saja. Berangkatnya 2 hari lagi, aku boleh ikut gabung enggak buk..? Ujar saya kepada ibu.

ketika meminta izin untuk gabung menjadi relawan dilombok, ibu tidak langsung memberikan izinnya langsung, lantas ibu cuma diam aja. Selang beberapa jam kemudian saya mengulangi  pertanyaan tadi, dengan nada lembut dan rendah ibu menjawab “gini nak sebenarnya ibu belum siap buat melepaskan diri kamu sendiri soalnya kamu belum terbiasa hidup sendiri, hidup tanpa kehadiran ibu “

“Disana nantikan ada Om,  dia  juga ikut berangkat ke lombok buat jadi relawan juga, boleh ya bu.. aku ikut kesana” ujarku. Beberapa alasan aku lontarkan demi mendapatkan izin dari ibu. Alhamdulillah, akhirnya ibu memberikan izin kepadaku   

Perjalanan Menggunakan kapal

life-2260391_960_720

 

Tepat pada tanggal 25 agustus 2018, setelah izin dari kedua orang tua aku dapatkan kemudian saya segera berangkat. Disamping itu Keinginanku agar dapat jatah gabung satu tim sama Om ku akhirnya bisa terujud juga, betapa senangnya diri ini. saya masuk kelompok k-3 dari sekian kelompok yang telah dibentuk sebelumnya.

Kami berngkat pada pukul 07.00 pagi dari daerah tempat tinggal kami yaitu didaerah madiun menuju ke Surabaya tepatnya dipelabuhan Perak. Satu rombongan kami menggunkan 1 bus yang berjumlah 34 orang. Rute kami dari madiun langsung menuju kepelabuhan perak disana nanti udah ada rombongan lain yang berasal dari kota pasuruan yang katanaya sih mau bareng rombongan kami

Setelah 3 jam lebih diperjalanan naik bus kami pun tiba dipelabuhan dan disambut rombongan yang berasal dari kota pasuruan. Sambil jalan untuk transit masuk kapal kami saling berjabat tangan dan saling bersenda gurau. Setelah semua selesai transitnya, kami segera naik kedalam kapal dan mencari tempat duduk.

Selama dikapal aku kira perjalanan lebih cepat dan gak lama, tapi setelah aku tanya kesalah salah satu temenku, perjalanannya ditempuh kurang lebih lama 20 jam diatas kapal, Saya tersontak kaget harus selama itu dalam kapal.

Pemandangan dilautan dari atas kapal begitu mempesona, dengan birunya air laut dan indahnya pemandangan alam tatkala meninggalkan pulau jawa, yang dihiasi dengan adanya pulau kecil- kecil berderatan melengkapi keindahan suasana sekitar laut . Lumba-lumba pun tidak mau kalah, beberapa lumba menampakkan wujudnya sedang asyik bermaen- maen dengan kawanananya

Perjalanan Menuju Lokasi Menggunakan Truk

Pagi yang cerah tatkala sang mentari memamerkan cahayanya, kami telah tiba dipelabuhan lembar kira-kira pukul 05.40 WITA. Lebih lambat jadwal yang telah diperkirakan. Kami turun dari kapal dan berkupul didalam pelabuhan untuk melakukan briefing serta pengarahan apa aja yang akan dilakukan untuk aktifitas sehari-hari.

Sebenarnya diadakannya breifing dengan sebab Lama tak kunjung datang mobil yang menjemput kami, kemudian kami pindah tempat kedepan pelabuhan bertujaan ketika mobil jemputan datang kita bisa segera naik dan berangkat. Tapi apa daya berjam-jam kami menunggu didepan pelabuhan tak kunjung datang juga.

Datang dihadapan kami sebuah truk dan satu mobil, saya mempunyai firasat tidak enak ini jangan-jangan truk ini yang menjeput dan membawa rombongan kami kelokasi. Ternyata dugaan fitrasatku betul, truk ini ditugaskan untuk menjeput rombongan kami.

Truk ini sebagai ganti salah satu  mobil jemputan kami mogok dijalan, Sebagian kami masuk kedalam  mobil dan sisanya masuk kedalam truk serta barang-barang kami dikumpulkan jadi satu dan dimasukkan kedalam truk

Perjalanan kami kali ini skitar 3 jam lebih menuju lokasi. Kami akan bertempat tinggal dipos yang berada didaerah jalan Sambik Rndang, kayangan, kabupaten Lombok Utara. Diperjalanan kami menelusuri jalan yang sampingnya pantai, pemadangannya sungguh menajubkan tapi juga sebagian rumah terlihat runtuh begitu pula bangunan-bangunan yang tinggi nampak dindingnya retak

Aktifitas Relawan

Setelah kurang lebih 3 jam lebih diperjalanan, kami sampai dilokasi. Pemandangan yang membuat aku miris melihatnya kebanyakan rumah mereka roboh dan rusak parah dan setiap harinya mereka tinggal didalam tenda yang mereka buat sendiri menggunakan terpal. Aku tidak bisa mebayangkan bagaimana panasnya tatakala siang hari.

Kami segera menurunkan barang dan memasukkan kedalam rumah pos kami dan segera istirahat. Tatkala sore hari  warga-warga berdatangan ke pos kami untuk meberikan sambutan . Dari situlah yang membangkitkan semangatku dalam menjadi relawan ini meskipun mereka setelah tertimpa musibah mereka tetap semangat serta repot-repot berkumpul demi menyambut kedatangan kami didesa ini

Dipagi harinya ketua tim kami membagi-bagi tugas. Dalam kelopok kami yang berjumlah 12 orang ditugaskan untuk progam insfrastruktur dalam bangunan yaitu diawali dengan membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh sampai membangun rumah mereka kembali

Disore harinya saya dan teman-teman yang masih muda  lainnya disuruh mengajar anak-anak TPQ. Semangat anak-anak yang pergi ngaji begitu besar, kecerian mereka dan tawa mereka membuat kami tambah semangat lagi buat mengajari mereka

Setiap pertemuan pasti akan ada saatnya untuk berpisah, sudah sekian lama kami tinggal dilombok waktunya kami kembali ketempat asal kami  dan berpisah.

Kategori: Cerita

ievoolme

Berpikir positif, tidak peduli seberapa keras kehidupan ini

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *