Telah tertanam pada diri kita sebagai umat islam. Seharusnya pasti kita tahu apa pengertian Al Qur’an itu? Setiap hari kita membacanya tatkala sholat fardhu maupun setelah sholat. Begitu pula sering kita dengar lantunan ayat dari murotaal ataupun lainnya. 

Sangat keterlaluan sekali jika sebagai umat islam kita tidak tahu apa makna dan pengertian Al Qur’an itu. Hal ini tentu bisa saja terjadi, apalagi di zaman sekarang yang penuh dengan fitnah akhir zaman.

Sekarang sudah sangat banyak orang yang jarang membaca Al Qur’an. Bahkan mungkin ada yang sudah tidak pernah membacanya sampai-sampai memegangnya aja enggak. Lebih memilih membaca novel, majalah atau cerpen dari pada membaca Al Qur’an.

Sudah jarang sekali orang yang mau mempelajari tafsir Al Qur’an dan masih ada banyak lagi hal-hal yang dipilih dari pada membaca Al Qur’an, sehingga menjadikanya tidak tahu apa itu Al Qur’an. Naudzubillah

Kita semua tidak menginginkan hal itu terjadi bukan ? oleh karena itu, mulai sekarang mulai detik ini, mari bulatkan tekad kita untuk selalu membaca Al Qur’an. Mempelajari maknanya, memahami dan mengamalkanya.

Pengertian Al Qur’an Menurut Bahasa dan IstilahAl Qur 'An Adalah

Pengertian dalam bahasa, Al Qur’an merupakan sebuah kitab suci bagi umat islam. Selain itu Al Qur’an juga sebagai sumber hukum utama dalam ajaran agama islam.

Menurut bahasa Al Qur’an berasal dari bahasa arab, yaitu bentuk jamak dari kata benda (masdar) dari kata kerja Qar’a – yaqra’u – Qur’anan yang berarti bacaan atau sesuatu yang dapat di baca berulang-ulang. Inilah pengertian al Qur’an dalam bahasa arab.

Hal itu dijelaskan sendiri oleh Al Qur ’an dalam Surah Al Qiyamah ayat 17-18 :

(18) إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ(17) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

Artinya: “Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu”.

Allah menurunkan Al Qur’an dalam bentuk bahasa arab karena diturunkan kepada orang-orang arab, sehingga tatkala itu bahasa arab sebagai bahasa dunia. Kosa kata bahasa arab tidak dapat dirubah walau satu huruf saja, jika di rubah maka maknanya akan ikut berbeda juga.

Jadi bisa di bilang Al Qur’an adalah bacaan suci (membacanya bernilai ibadah dan mendapatkan pahala), tentunya sesuai dengan tata aturan yang berlaku baik dalam pengucapan huruf perhuruf (mahroj) ataupun tajwidnya.

Pengertian Al Qur’ an Menurut IstilahAl Qur 'An Adalah (1)

Secara istilah Al Qur’an berarti bacaan mulia yang merupakan wahyu yang di turunkan oleh Allah Ta ‘ ala untuk Nabi Muhammad SAW melalui wasilah Malaikat Jibril AS.

Penurunan Al Qur’an merupakan sebagai penutup kitab suci dari agama samawi (yang di turunkan dari langit). Al Qur’an adalah wahyu murni dari Allah SWT, bukan dari hawa nafsu perkataan Nabi Muhammad SAW.

Al Qur’an memuat aturan – aturan kehidupan manusia di dunia, sehingga Al Qur’an menjadi petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. Di dalam Al Qur’an terdapat rahmat yang sangat besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

Al Qur’an juga memiliki suatu kedudukan yang sangat tinggi dan besar bagi umat islam, sehingga umat islam akan sangat marah apabila ada orang atau pihak yang mencoba melecehkan Al Qur’an. menurut Manna’ Al-Qhaththan yaitu :

كَلَامُ اللهِ الْمُنَزَّلُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَالسَّلَامُ الْمُتَعَبَدُ بِتِلَاوَتِهِ

Artinya: “Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan orang yang membacanya memperoleh pahala.”

Sedangkan menurut Al-Jurjani :

هُوَ الْمُنَزَّلُ عَلَى الرَّسُوْلِ الْمَكْتُوْبِ فِيْ الْمَصَاحِفِ الْمَنْقُوْلُ عَنْهُ نَقْلًا مُتَوَاتِرًا بِلَا شُبْهَةٍ

Artinya: “Yang diturunkan kepada Rasulullah SAW., ditulis dalam mushaf, dan diriwayatkan secara mutawattir tanpa keraguan”.

Menurut kalangan pakar ushul fiqh, fiqh, dan bahasa Arab :

كَلَامُ اللهِ الْمُنَزَّلُ عَلَى مُحَمَّدٍ ﷺ، الْمُعْجِزِ الْمُتَعَبَّدُ بِتِلَاوَتِهِ الْمَنْقُوْلُ بِالتَّوَاتُرِ الْمَكْتُوْبِ فِيْ الْمَصَاحِفِ مِنْ اَوَلِ سُوْرَةِ الْفَاتِحَةِ إِلَى سُوْرَةِ النَّاسِ

Baca Juga : Doa Nabi Musa Agar Dipermudahkan Urusan Dan Ucapan
Artinya: “Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya, Muhammad. Lafadz-lafadznya mengandung mukjizat, membacanya mempunyai ibadah, diturunkan secara mutawattir, dan ditulis pada mushaf, mulai dari awal surat Al-Fatihah sampai pada surat An-Nass”.

Pengertian Al Qur’an Menurut Para AhliAl Qur 'An Adalah (2)

 Setelah diatas kita membahas panjang lebar tentang pengertian menurut istilah dan bahasa. Selanjutnya kita akan membahas tentang pengertian Al Qur’an menurut para ahli ulama’ jaman dahulu. Lets goo.

Muhammad Ali ash-Shabuniulama zaman dahulu

Al Qur’an adalah firman Allah swt yang tiada tandingannya, diturunkan kepada nabi Muhammad saw penutup para nabi dan rosul dengan perantaran malaikat Jibril as, ditulis pada mushaf-mushaf kemudian di sampaikan kepada kita secara mutawatir, membaca dan mempelajari al-qur’an adalah ibadah, dan al-qur’an di mulai dengan surah Al-fatihah dan di tutup dengan surah An Nas.

Syeikh Subhi as-Salihulama zaman dahulu (1)

Al Qur’an adalah kalam Allah swt merupakan mukzijat yang di turunkan kepada nabi muhammad saw ditulis dalam mushaf dan di riwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah.

Syeikh Muhammad Khudari Beikulama zaman dahulu (2)

Al Qur’an adalah firman Allah yang berbahasa arab di turunkan kepada nabo muhammad saw untuk di pahami isinya, di sampaikan kepada kita secara mutawatir di tulis dalam mushaf di mulai dari surat Al Fatihah kemudian di akhiri dengan surat An Nas.

Kesimpulan dari Pengertian diatasulama zaman dahulu (3)

  1. Al Quran adalah firman Allah. “Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”. QS. An Najm ayat 4, ini menunjukkan bahwa Al Qur’an adalah wahyu (bisikan dalam sukma dan isyarat yang cepat yang bersifat rahasia disampaikan oleh Allah kepada Nabi dan Rasul) yang diturunkan oleh Alla kepada nabi Muhammad SAW.
  2. Al Qur’an adalah mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Tak satu pun jin dan manusia yang dapat menandinginya, meskipun mereka berkerjasama. Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. QS. Al Isra’ ayat 88.
  3. Al Qur’an disampaikan secara mutawatir. “Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al Qur’an, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. QS. Al Hijr ayat 9. Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Qur’an selama-lamanya.
  4. Membaca Al Qur’an bernilai ibadah. Nabi bersabda: “Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, laam satu huruf, miim satu huruf dan satu kebaikan nilainya 10 kali lipat” (Al-Hadist).
  5. Al Qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Allah SWT dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. QS. An-Nahl ayat 102.

Fungsi Al Qur’anpengertian Al qur an

Al Qur’an sebagai pedoman hidup memiliki banyak fungsi antara lain :

  • Sebagai bukti atas kerasulan Muhammad SAW
  • Sebagai pedoman hidup manusia untuk membedakan yang hak dan yang batil (Al Furqan)
  • Sebagai peringatan (Al Dzikr) manakala manusia lalai dalam menjalankan syariat yang dititahkan Tuhan
  • Sebagai pemberi keterangan penjelasan (bayyin) ketika manusia mengalami kebuntuan dalam menghadapi
  • segala persoalan yang dihadapi, dan sebgai petunjuk dalam persoalan-persoalan akidah, syariat, dan akhlak.

Hukum-hukum yang Terkandung Dalam Al Qur’anHukum al qur an

  1. Pertama : Hukum-hukum aqidah (keimanan), yang bersangkut paut dengan hal-hal yang harus dipercaya oleh setiap mukallaf,mengenai malaikatnya, kitabnya , para rasulNya dan hari kemudian.
  2. Kedua : Hukum-hukum Allah yang bersangkut paut dengan hal-hal yang harus dijadikan perhiasan oleh setiap mukallaf berupa hal-hal keutamaan dan menghindarkan diri dari hal kehinaan.
  3. Ketiga : Hukum-hukum amaliyah yang bersangkut paut dengan hal-hal tindakan setiap mukallaf , meliputi masalah ucapan, perbuatan, akad dan pembelanjaan (pengelolaan harta benda)
  4. Hukum-hukum amaliyah dalam Al-Qur’an terdiri atas dua cabang hukum , yaitu :
  5. Hukum-hukum ibadah, seperti: sholat, puasa, zakat,haji,nazar,sumpah, dan ibadah-ibadah lain yang mempunyai arti mengatur hubungan manusia dengan tuhannya .
  6. Hukum-hukum muamalah, seperti : akad, pembelanjaan, hukuman ,jinayat (pidana), dan lain-lain selain ibadah. Pokoknya hal-hal yang mempunyai arti : mengatur hubungan manusia dengan sesamanya , baik dilakukan secara perseorangan atau kelompok antar bangsa dan kelompok antar jama’ah (organisasi).

Menurut istilah modern hukum muamalah itu telah bercabang-cabang sesuai dengan hal-hal yang berhubungan dengan muamalah manusia atau hal-hal yang secara rinci seperti berikut :

  1. Hukum badan pribadi, yaitu yang berhubungan dengan unit keluarga , mulai dari permulaan berdirinya.
  2. Hukum perdata, yaitu yang berhubungan dengan muamalah antara perorangan masyarakat dan persekutuannya , seperti : jual-beli, sewa menyewa, gadai menggadai, pertanggungan, syirkah, utang piutang dan memenuhi janji secara disiplin.
  3. Hukum pidana, yaitu yang berhubungan dengan tindak criminal setiap mukallaf dan masalah pidananya bagi sipelaku criminal.
  4. Hukum acara , yaitu yang berhubungan denga pengadilan, kesaksian dan sumpah.
  5. Hukum ketatanegaraan , yaitu yang berhubungan dengan peraturan pemerintahan dan dasar-dasarnya.
  6. Hukum internasional, yaitu yang berhubungan dengan masalah-masalah hubungan antar Negara-negara islam dengan bukan Negara islam, dan tata cara pergaulan dengan selain muslim didalam Negara islam.
  7. Hukum ekonomi dan keuangan, yaitu yang berhubungan dengan hak orang miskin yang meminta , dan orang miskin yang tidak mendapat bagian dari harta orang yang kaya, dan mengatur sumber-sumber air (irigasi), serta perbankan.

Demikian yang dapat kami uraian diatas tentang pengertian Al Qur’an menurut bahasa, istilah dan juga menurut beberapa ahli. Semoga bermanfaat.


ievoolme

Berpikir positif, tidak peduli seberapa keras kehidupan ini

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *