Pada kesempatan kali ini kami akan sedikit menjelaskan tentang pengertian doa secara istilah dan bahasa. Kalangan umat diakhir zaman ini masih banyak yang belum paham tentang masalah doa yang sebenarnya.

Setiap manusia pasti pernah melakukan perbuatan yang disebut dengan “doa“. Yupz, berdoa merupakan salah satu bentuk ikhtiar atau usaha untuk memohon dan meminta sesuatu kepada Allah.

Dalam Islam, berdoa merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. Karena hanya Tuhan lah yang Maha Luas, Maha segala-galanya yang berhak memberikan segala sesuatu untuk hamba-hamba-Nya atau ciptaan-Nya.

Sehingga dalam Islam, orang yang tidak mau berdoa berarti ia sombong. Dia merasa bisa melakukan sesuatu tanpa adanya pertolongan dari Sang Maha Kuasa. Padahal semua yang dilakukan manusia, bisa atau tidak, baik atau buruk, berhasil atau gagal, semuanya karena Allah.

Pengertian Berdoa menurut Bahasa dan IstilahPengertian berdoa

Pengertian kata doa secara bahasa berasal dari kata bahasa arab yang terdiri dari dua akar kata. Pertama berasal dari da’a – yad’u – da’watan yang berarti menyeru, memanggil, mengajak atau menjamu.

Kedua dari kata da’a – yad’u – du’aan / da’wa yang berartikan memnggil, berdoa atau memohon. Sedangkan pengertian doa menurut istilah adalah suatu permohonan atau permintaan dan ucapan dalam hati kepada Allah SWT sebagai tuhan semesta alam.

Beroda diwajibkan bagi setiap manusia yang hidup di dunia ini, karena memang mahkluk tak akan ada apa-apanya jika dengan Allah SWT Sang Pemilik Alam Semesta. Sehingga sebagai manusia sudah sepatutnya untuk sering memanjatkan doa sebagai bentuk “butuh” kepada Sang Illahi.

Pengertian Doa Menurut Para UlamaPengertian doa menurut ulama

Doa itu termasuk inti dari ibadah, karena bacaan dalam setiap ibadah kita itu mengandung doa. Jadi, doa adalah sebuah ucapan permohonan dan pengakuan bahwa kita ini sebagai hamba Allah yang lemah, tidak berdaya, tidak memiliki kemampuan apapun tanpa Allah.

kita hanya bisa berserah diri kepada-Nya, memohonkan segala ampunan, pertolongan, meminta sesuatu yang diinginkan.  Doa merupakan salah satu panyalur kita berkomunikasi dengan Allah. Adapun pengertian atau makna dari kata “doa” menurut para Ulama yaitu sebagai berikut:

  1. Imam at-Thaibi
    Yang dimaksud berdoa menurut beliau adalah memperlihatkan sikap berserah diri dan membutuhkan Allah SWT, karena tidak dianjurkan ibadah melainkan untuk berserah diri dan tunduk kepada Pencipta serta merasa butuh kepada Allah. Jadi doa adalah sebuah permohonan kepada Allah dan bentuk rasa membutuhkan-Nya.
  2. Quraish Shihab
    Doa ialah suatu permohonan hamba kepada Tuhan-Nya agar memperoleh anugerah pemeliharaan dan pertolongan, baik buat si pemohon maupun pihak lain yang harus lahir dari lubuk hati yang terdalam disertai dengan ketundukan dan pengagungan kepada-Nya.
  3. Syaikh Taqiyuddin Subki
    Istilah berdoa itu lebih khusus daripada beribadah. Artinya, barangsiapa sombong tidak mau beribadah, maka pasti sombong tidak mau berdoa.
  4. Abdul Halim Mahmud
    Makna doa menurutnya adalah keinginan terhadap Allah SWT atas apa yang ada pada-Nya dari semua kebaikan dan mengadu kepada-Nya dengan memohon sesuatu.
  5. Muhammad Kamil Hasan al-Mahami
    Menurutnya doa adalah memohon kepada Allah SWT untuk mendapatkan kebaikan dari-Nya

Doa itu termasuk inti dari beribadah, karena bacaan dalam setiap ibadah kita itu mengandung doa. Jadi, doa adalah sebuah ucapan permohonan dan pengakuan bahwa kita ini sebagai hamba Allah yang lemah, tidak berdaya, tidak memiliki kemampuan apapun tanpa Allah.

Kita hanya bisa berserah diri kepada-Nya, memohonkan segala ampunan, pertolongan, meminta sesuatu yang diinginkan, dan doa merupakan salah satu panyalur kita berkomunikasi dengan Allah.

Fungsi Doa Dalam Kehidupan Sehari-harifungsi doa

Walaupun secara kualitas doa disejajarkan dengan setengah ibadah wajib, tapi dari segi substansinya doa merupakan inti dari setiap ibadah yang kita lakukan kepada sang pencipta.

Shalat yang kita lakukan terdiridari kumpulan doa, mulai dari awal takbir sampai salam, begitupun ibadah yang lain. Makanya tak salah kalau Rasullulah mengatakan bahwa doa adalah ruhnya ibadah. Tanpa doa ibadah tidak akan punya arti apa-apa.

Secara mendasar doa merupakan penghancuran nilai-nilai egoisme kemanusiaan yang selalu identik dengan kesombongan, keangkuhan dan merasa bahwa setiap keberhasilan adalah jerih payah sendiri tanpa menganggab adanya campur tangan Allah SWT

Keberhasilan selalu diidentikkan dengan kecerdasan kognitif semata, kesuksesan selalu dipahami sebagai jerih payah sendiri, disinilah celah tipuan

Waktu mustajab untuk Berdoawaktu mustajab

Ketika membahas tentang pengertian doa dan dzikir yang sudah disebutkan sebelumnya, tak lengkap rasanya jikalau tak mencantumkan kapankah waktu yang tepat untuk seseorang berdoa dan meraih ridha-Nya. Oleh karena itulah, inilah waktu-waktu yang tepat atau mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT.

  •  Setelah Shalat wajib
  • ada saat tengah malam setelah shalat tahajud
  • Ketika membaca AlQuran
  • Saat berpuasa wajib dan sunah
  • Saat melaksanakan ibadah haji
  • Ketika turun hujan
  • Saat terdzalimi oleh orang lain

Adab Berdoa yang Baikadab berdoa

Lalu bagaimana harusnya seseorang memulai doa yang baik kepada Allah SWT? Bukan sembarangan, adab berdoa dianjurkan sebagaimana berikut ini.

  • Menghadap Ka’bah (kiblat)
  • Sebelum berdoa membaca basmalah, istighfar dan hamdalah. Kemudian disusul salawat Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabatnya.
  • Mengangkat kedua tangan sebelum doa dan mengusap wajahnya dengan telapak tangan setelah shalat.
  • Meminta dengan suara menenangkan sambil berdoa dengan sungguh-sungguh, tulus dan serius
  • Berharap bahwa Allah menerima doanya
  • Berdoa diulang pada waktu lain untuk menunjukkan seberapa serius kita diberikan oleh Allah SWT
  • Setelah berdoa ditutup dengan salawat nabi dan pujian kepada Allah SWT

Pengertian Doa yang disebutkan Dalam Al Qur anmakna doa

Secara Keseluruhan, kata doa dalam Al Qur an beserta derivasinya terulang sebanyak 213 kali dalam 55 surat. Hal tersebut menandakan bahwa kata doa merupakan kata yang populer dan sering digunakan dalam kehidupan masyarakat Arab. Di dalam Al Qur an paling tidak ada enam makana doa yang berbeda, Yaitu :

Doa Bermakna Ibadahbermakna ibadah

Pertama, doa bermakna Ibadah keetika seseorang berdoa maka ia telah mengakui kehambaan dirinya di hadapan Tuhannya. Sebagaimana firman-Nya :

إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (١٩٤)

“Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.” (Q.S Al-A’raf [7]: 194).

Ibnu Manzur sebagaimana dikutip oleh Baiquni berpandangan bahwa doa pada ayat tersebut adalah ibadah. Allah menentang orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah, karena berhala-berhala yang mereka sembah tidak dapat memberi manfaat apapun dan tidak mampu memperkenankan permintaan siapapun.

Doa Bermakna Seruanbermakna seruan

Kedua, Doa bermakna Seruan. Ketika seseorang berdoa maka ia telah menyeru Tuhannya untuk menyukseskan hajat yang dimilikinya. Sebagaimana firman-Nya:

وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَى لا يَتَّبِعُوكُمْ سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنْتُمْ صَامِتُونَ (١٩٣)

“Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu herdiam diri.” (Q.S Al-A’raf [7]: 193).

Thahir Ibnu Asyur berpandangan bahwa doa pada ayat tersebut adalah seruan yang ditujukan kepada kaum muslimin, seandainya kaum muslimin mengajak para penyembah berhala itu menuju jalan Allah dan beriman serta beramal saleh, ia yakin bahwa sebagian penyembah berhala itu enggan mengikuti seruan kaum muslim, terlepas dari mengajak ataupun tidak mengajaknya.

Doa bermakna Dakwahbermakna dakwah

Ketiga, Doa bermakna Dakwah. Ketika seseorang berdoa maka ia telah mengajak kepada kebaikan yang dituju dalam doa. Sebagaimana firman-Nya:

قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلا وَنَهَارًا (٥) فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلا فِرَارًا (٦) وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا (٧) ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا (٨)

“Nuh berkata: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan Sesungguhnya Setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian Sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan.” (Q.S Nuh [71]: 5-8)

Hamka berpandangan dalam Tafsir Al-Azhar bahwa doa pada ayat tersebut adalah dakwahnya Nabi Nuh As. Dakwah tersebut dilakukan pada waktu pagi, siang, malam dengan susah payah dan tidak sedikitpun merasa bosan mengajak kaumnya untuk kembali ke jalan yang benar.

Walaupun respon kaumnnya sama sekali tidak mengenakkan. Bahkan mereka menutup telinga petanda enggan mendengarkan. Mereka juga menutup mata petanda tidak mau melihat. Akan tetapi dakwah yang dilakukan Nabi Nuh dilakukan dengan cara terang-terangan.

Doa Bermakna Istighosahbermakna istighosah

Keempat, Doa bermakna Istighosah (Minta Tolong). Ketika seseorang berdoa maka ia meminta pertolongan kepada yang dituju dalam berdoa. Sebagaimana firman-Nya:

وَقِيلَ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ وَرَأَوُا الْعَذَابَ لَوْ أَنَّهُمْ كَانُوا يَهْتَدُونَ (٦٤)

“Dikatakan (kepada mereka) “Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu”, lalu mereka menyerunya, Maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab. (mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk.” (Q.S Al-Qasas[28]: 64).

Ibnu Katsir berpandangan dalam Tafsir Al-Qur’an al-‘Adzim bahwa doa pada ayat tersebut adalah seruan untuk meminta pertolongan. Dalam artian agar sekutu-sekutu tersebut dapat menyelesaikan urusan yang dihadapi, layaknya mereka berharap di kehidupan dunia lalu mereka menyerunya.

Namun, mereka enggan memperkenankan seruan dalam hal petunjuk. Baru setelah mereka melihat azab neraka dengan mata kepala sendiri, lalu mereka berteriak dan berseru meminta pertolongan. Andaikata mereka termasuk orang-orang yang menerima petunjuk dikehidupan dunia pastilah seruan pertolongan mereka akan diperkenankan.

Doa Bermakna Nida (panggilan)bermakna panggilan

Kelima, Doa bermakna Nida (Panggilan). Ketika seseorang berdoa maka ia memanggil yang dituju dalam berdoa. Kebanyakan orang yang berdoa memakai adatun-nida (kata panggilan) seperti Allahumma (ya Allah), Ya Allah (wahai Allah), Ya Rabbi (wahai Tuhanku) dan lain sebagainya. Sebagaimana firman-Nya:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالأرْضُ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الأرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَ (٢٥)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).” (Q.S Ar-Rum[30]: 25).

Al-Qurtubi berpandangan dalam tafsir Al-Qurtubi, bahwa doa pada ayat tersebut adalah panggilan. Dalam artian panggilan Tuhan membangkitkan manusia dari kubur. Layaknya seorang atasan memanggil atau bawahannya, maka seketika itu juga bawahan harus menjawab panggilannya. Sebagaimana syair “Aku panggil Nama Kulaib maka seakan-akan aku memanggil sebuah batu yang sedang jatuh atau lebih cepat lagi”.

Doa Bermakna Permohonanbermakna permohonan

Ketika seseorang yang berdoa maka ia memohon kepada dituju dalam berdoa untuk mengabulkan permohonannya. Sebagaimana firman-Nya:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (٦٠)

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (Q.S Al-Mu’min[40]: 60).

Ibnu Katsir berpandangan dalam tafsir al-Qur’an al-‘Adzim bahwa doa pada ayat tersebut adalah permohonan. Allah SWT menganjurkan pada para hamba-Nya untuk senantiasa berdoa kepada-Nya. Karena Allah swt menjamin bahwa doa para hamba-Nya akan dikabulkan.

Sebagaimana dikatakan Sufyan al-Tsauri, “Wahai Dzat yang mencintai hamba yang banyak memohon kepada-Nya, wahai Dzat yang membenci hamba yang tidak mau memohon kepada-Nya, tidak ada satu pun yang demikian selain-Mu wahai Tuhanku”.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata “Rasulullah saw bersabda, “barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah SWT, maka Allah akan murka kepadanya”.

Setelah melihat beberapa istilah mengenai penggunaan makna doa dalam Al-Qur’an di atas, maka kiranya dapat dikatakan bahwa istilah doa dapat digunakan dalam berbagai macam pengertian. Sedangkan perihal penggunaannya, dapat disesuaikan dengan konteks yang ada.

Sehingga dapat diketahui perbedaan antara maksud dan tujuan doa dipanjatkan. Dalam beberapa makna, doa dapat digunakan untuk: ibadah, seruan, dakwah, minta tolong, panggilan, permohonan. Cukup sekian penjelesan tentang doa yang dapat kami berikan, sekian dan terimakasih.

Kategori: Pendidikan

ievoolme

Berpikir positif, tidak peduli seberapa keras kehidupan ini

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *